Dentuman keras yang mengguncang permukiman warga di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Rabu (18/2/2026), mengubah suasana siang hari menjadi kepanikan massal. Ledakan dahsyat yang terdengar hingga radius sekitar satu kilometer itu tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi warga sekitar.
Peristiwa ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas perakitan petasan untuk dijual saat Ramadan. Polisi, tim penjinak bom, dan warga bahu-membahu melakukan evakuasi sekaligus sterilisasi lokasi untuk mencegah bahaya lanjutan.
Berikut sederet faktanya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ledakan Terjadi di Permukiman Padat Warga
Ledakan terjadi di sebuah rumah warga di Dusun Mimbo dan suaranya terdengar hingga sekitar satu kilometer. Ledakan ini membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Dampak ledakan juga menyebabkan sejumlah rumah di sekitar lokasi mengalami kerusakan.
"Ledakannya keras sekali, terdengar sampai jauh," ujar Nurhadi, salah satu warga setempat, Rabu (18/2/2026).
2. Korban Tewas Ditemukan Tertimbun Reruntuhan
Satu korban meninggal dunia dalam peristiwa ini diketahui bernama Supriyadi, warga setempat, yang ditemukan dalam kondisi tertimbun reruntuhan bangunan rumah yang ambruk akibat ledakan. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas kepolisian dibantu warga sekitar sesaat setelah kejadian.
"Ada satu meninggal," tambah Nurhadi.
3. Lima Orang Alami Luka
Selain korban meninggal, lima orang lainnya yakni Syamsul, Riko, Abdul Fais, dan Vino dilaporkan mengalami luka berat akibat ledakan tersebut. Seluruh korban luka langsung dilarikan ke RSUD Asembagus untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Ada lima orang di rumah sakit," imbuh Nurhadi.
4. Polisi Temukan Selongsong Petasan Ukuran Besar
Dugaan ledakan berasal dari petasan diperkuat hasil awal olah TKP yang menemukan sisa selongsong petasan berukuran besar di lokasi kejadian. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti karena dikhawatirkan masih terdapat sisa bahan peledak aktif.
"Polres Situbondo tidak memiliki kemampuan untuk menjinakkan bom beserta peralatannya," kata Kapolres Situbondo Bayu Anuwar Sidiqie, saat berada di lokasi kejadian, Rabu (18/2/2026).
5. Tim Gegana Brimob Diterjunkan ke Lokasi
Karena besarnya ledakan dan potensi bahaya lanjutan, tim penjinak bom Gegana Brimob Batalyon B Bondowoso diterjunkan untuk melakukan sterilisasi lokasi. Polisi memasang garis polisi dan melarang warga mendekat hingga lokasi benar-benar aman.
"Anggota juga sudah disiagakan di lokasi untuk berjaga-jaga agar masyarakat tidak mendekat TKP," tegasnya.
"Kami nanti bersama Jibom Brimob akan segera melakukan olah TKP," tandas Bayu Anuwar Sidiqie.
Simak Video "Video: Di Balik Ledakan Dahsyat Perumahan Elite Polonia Medan"
[Gambas:Video 20detik] (dpe/hil)
