Pelaku usaha wisata Gunung Bromo berkolaborasi dengan aparat kepolisian, TNI, petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta berbagai unsur terkait menggelar aksi bersih-bersih di sejumlah titik kawasan wisata Gunung Bromo, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan korve massal yang berlangsung pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolres Probolinggo yang dilaksanakan oleh Kapolsek Sukapura. Aksi bersih-bersih menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari Dusun Cemorolawang hingga kawasan Poten Luhur.
Hasilnya, lebih dari satu ton sampah dikumpulkan dari kawasan wisata tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Perkumpulan Alam Hijau Prabu Linggih, Heri Wahyudi, yang turut hadir dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang terlibat.
"Alhamdulillah hari ini saya mewakili Perkumpulan Alam Hijau Prabu Linggih menghadiri kegiatan korve atau bersih-bersih sampah di sekitar kawasan Bromo. Ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bapak Kapolres yang dilaksanakan oleh Pak Kapolsek Sukapura," ujar Heri Wahyudi, Kamis (12/2/2026).
Menurut Heri, target peserta kegiatan sebanyak 150 orang, namun yang hadir sekitar 120 orang. Mereka berasal dari Polsek Sukapura, Forkopimcam, Koramil, Camat, Forum Sahabat Gunung, Perkumpulan Alam Hijau Prabu Linggih, komunitas stakeholder jasa wisata, pelaku perhotelan, pedagang asongan, hingga petugas TNBTS.
"Semua hadir lengkap dengan peralatannya. Tadi sampah yang diangkut menggunakan sekitar empat unit pikap dan dua truk," tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala mengatakan kegiatan bersih-bersih difokuskan pada area yang paling sering dilalui wisatawan.
"Bersih-bersih dimulai dari pintu loket, kemudian ke jalur bawah jalan aspal, Laut Pasir, area pedagang makanan dan minuman, hingga ke pos tempat kuda. Tidak sampai ke kawah, namun juga menyasar area Poten Luhur," jelas AKP Ardhi.
Ia menyebut, total personel yang terlibat mencapai 150 orang, termasuk pelaku usaha wisata, Forum Sahabat Gunung, TNBTS, serta pelaku jasa wisata mulai dari hotel hingga pedagang asongan.
Dari kegiatan tersebut, sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai kurang lebih satu ton. Sampah diangkut menggunakan dua truk dan tiga pikap.
Kapolsek menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari dua agenda penting, yakni menyambut bulan suci Ramadan dan menindaklanjuti instruksi Presiden terkait program Indonesia Asri.
"Dalam minggu ini seluruh jajaran di Polres Probolinggo melaksanakan kegiatan serupa dengan sasaran tempat wisata. Tujuannya untuk menjaga kelestarian alam," tegasnya.
Ia juga mengimbau wisatawan agar tidak meninggalkan sampah saat berkunjung ke Gunung Bromo.
"Imbauan kami bagi pengunjung yang datang ke Gunung Bromo, apabila berwisata jangan meninggalkan sampah. Lebih baik dibawa dulu sampai hotel atau tempat transit untuk dibuang di tempat yang sudah disediakan. Karena dari hasil yang kita kumpulkan, sebagian besar merupakan sampah yang ditinggalkan pengunjung," pungkasnya.
(auh/hil)











































