Berkah Pedagang Bunga Tabur di Kota Blitar Jelang Ramadan

Berkah Pedagang Bunga Tabur di Kota Blitar Jelang Ramadan

Fima Purwanti - detikJatim
Selasa, 17 Feb 2026 17:00 WIB
Pedagang bunga ziarah di Kota Blitar
Pedagang bunga ziarah di Kota Blitar/Foto: Fima Purwanti/detikJatim
Blitar -

Sejumlah pedagang bunga ziarah di Kota Blitar ketiban berkah jelang Ramadan. Pendapatan para pedagang bunga meningkat seiring banyak permintaan bunga ziarah.

Pantauan detikJatim, ratusan pedagang bunga ziarah musiman menggelar lapak di sepanjang Jalan Mawar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Para pedagang menyediakan aneka bunga ziarah atau nyekar menjelang Ramadan.

Lapak bunga ziarah itu ramai dipadati pembeli dari berbagai daerah. Termasuk pembeli yang memilih membeli secara langsung atau drive thru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pedagang bunga ziarah di Kota BlitarPedagang bunga ziarah di Kota Blitar Foto: Fima Purwanti/detikJatim

Salah satu pedagang, Hartini (42) mengaku permintaan bunga ziarah mulai ramai sejak seminggu yang lalu. Permintaan bunga ziarah semakin meningkat seiring tradisi nyekar yang dilakukan masyarakat.

"Sudah mulai ramai seminggu yang lalu. Banyak pembeli mencari bunga untuk ziarah kubur, karena sudah mendekati Ramadan," katanya kepada detikJatim, Selasa (17/2/2026).

ADVERTISEMENT

Hartini menyebut, saat ini bunga ziarah dijual dengan harga sekitar Rp 5 ribu per bungkus. Sebelumnya bunga ziarah hanya sekitar Rp 3 ribu per bungkus. Kenaikan harga jual bunga ziarah itu disebabkan mahalnya bunga mawar.

"Sekarang harganya Rp 5 ribu per bungkus, sudah dapat mawar utuh. Karena harga mawar sudah mahal, sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per kilogram. Kenanga juga sudah naik jadi Rp 170 ribu per kilogram," jelasnya.

Menurutnya, permintaan bung ziarah menjelang Ramadan cukup tinggi. Khususnya saat H-2 Ramadan. Hal itu turut mempengaruhi pendapatan pedagang bunga ziarah.

"Ya tidak menentu, tapi alhamdulillah masih bisa merasakan untungnya. Kalau biasanya cuma terjual 2 sampai 5 kilogram bunga, sekarang bisa di atas 15 kilogram bunga per hari," terangnya.

Senada, Komariah (50) mengaku pendapatannya turut meningkat seiring tingginya permintaan bunga ziarah. Menurutnya, masyarakat membeli bunga untuk ziarah sebelum Ramadan.

"Alhamdulillah berkahnya pendapatan ikut naik, ya berlipat-lipat dari hari biasa. Meskipun harga mawar dan kenanga juga tinggi," katanya.

Salah seorang pembeli asal Kecamatan Sananwetan, Nifana mengaku membeli bunga untuk ziarah kubur menjelang Ramadan. Menurutnya, ziarah kubur sudah menjadi tradisi sebelum puasa.

"Iya beli untuk ziarah kubur nanti sore, karena sudah tradisi sebelum puasa (Ramadan). Jadi ini beli bunga. Meskipun harganya naik dari biasanya tapi tetap beli, karena memang butuh," terangnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads