Karnaval sound horeg di Desa Medali, Puri, Kabupaten Mojokerto viral dan jadi perbincangan warganet di media sosial. Pasalnya acara bertajuk Medali Spectacular Carnival (MSC) 2026 digelar sampai subuh.
Karnaval berlangsung pada Sabtu (14/2) mulai sekitar pukul 14.00 WIB. Karnaval ini menampilkan 32 regu dari semua RT, karang taruna, para pelaku UMKM, serta Pemerintah Desa Medali. Mereka kirab mengelilingi desa tersebut.
Setiap peserta diiringi satu set sound horeg. Sehingga jumlah sound horeg dalam karnaval ini mencapai 32 set. Tidak hanya itu, para peserta juga menghadirkan dancer sound horeg terkenal, seperti Icha Chellow, Viona Angeline, Dhesy Angga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, MSC 2026 menuai kritik dari warganet. Mereka menyayangkan karnaval yang diiringi sound dengan suara menggelegar itu berlangsung dari sore sampai subuh dan mengganggu ketenangan sebagian masyarakat.
"Boleh ya min acara 24 jam, yang lain kok tidak boleh, ada apa ini, acara khusus bagi warga yang budek," tulis akun @wulanxxx di salah satu postingan MSC.
"Mosok mbak azan subuh ae gak mandek setengah jam pie terusan azan jek krungu dung dung dung ng desoku padahal desoku mbek medali jarake adoh (Masa mba azan subuh saja tidak berhenti setengah jam bagaimana kemudian azan masih terdengar dung dung dung di desaku padanal desaku dengan Medali jaraknya jauh)," ujar akun @mushaxxx.
"Jan asli ga duwe wayah mas, usume wong turu jek dang dung dang dung tekan soboh (Asli tidak tahu waktu mas, waktunya orang tidur masih dang dung sampai subuh)," komentar akun @_wildanxxx.
"Tolong min, ampe jm 04.50 sek muni banter. Bahkan azan subuh gk leren dilut. Azan ambek horeg podo lomba saut2an (Tolong min, sampai pukul 04.50 WIB suaranya keras. Bahkan azan subuh tidak berhenti sebentar. Azan dengan horeg lomba saling bersautan)," cetus akun @novitaxxx.
"Bener, sampe subuh blm berhenti2, rumahku Mlaten masih denger tadi subuh," ujar @bagaspraxxx.
"Jam 5.20 baru bener 2 sirep. Wayah adzan subuh malah dikencengin. @gusbarra_ kebacut gus, ngeten kok diizini mawon (keterlaluan gus, seperti ini kok masih saja diizinkan)," kata @dinda.dailyxxx.
"Kalau mau horeg silahkan cari tempat dan nikmati sendiri jangan memaksa yg ga suka ikut menikmati dan kena imbasnyaa, iziin," tulis @nofioktaxxx.
"Ruwat desa adalah tradisi ada Jawa, sering disebut sedekah bumi, yang bertujuan memohon keselamatan, keberkahan rezeki dan tolak bala (menceqah bencana/penyakit bagi) seluruh warqa desa. Dilaksanakan biasanya pada bulan Ruwah, ritual ini melibatkan doa bersama, ziarah leluhur, serta pagelaran wayang kulit. Tradisi ini memperkuat gotong-royong dan silaturahmi," terang @abu_bouganxxx.
Ada juga netizen yang meminta agar kegiatan serupa dievaluasi ke depannya. Sebagian dari mereke menyentil Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) dan Polres Mojokerto.
"Acarae dibiarkan sampai dini hari, mengganggu kenyamanan masyarakat. Tolong dievaluasi acara seperti ini," komentar @yoellexxx.
"Semalam suntuk, sampai jelang adzan subuh juga masih dilanjutkan. Sangat mengganggu dan tidak punya etika. Ini aparat memang benar2 tidak tahu atau tidak mau tahu? Warga desanya juga apakah bener2 secuek itu?," komentar @novikaxxx.
Ketika dikonfirmasi detikJatim, Kepala Desa Medali Miftahuddin membenarkan karnaval yang diiringi 32 sound horeg ini mulai pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 14.00 WIB sampai Minggu (15/2) sekitar pukul 04.30 WIB.
Ia menegaskan sound horeg disetop ketika salat subuh. Kirab dan sound horeg dilanjutkan sampai semua peserta tampil. "Keinginan kami selesai sesuai izin keramaian. Pada kenyataannya banyak kendala di lapangan," terangnya kepada detikJatim, Senin (16/2/2026).
Kendala yang dimaksud Miftahuddin, salah satunya banyak kabel wifi dan listrik yang membentang terlalu rendah di atas jalan. Sehingga menghambat laju truk-truk pengangkut sound horeg. Ada pula truk pengangkut sound horeg yang tiba-tiba mogok karena koplingnya rusak.
"Harusnya selesai jam 12 malam, sampai jam 04.30. Kalau kami setop karnavalnya, malah kami diprotes peserta. Karena mereka persiapan habis banyak ternyata diberhentikan," tandasnya.
Meski banyak dikiritik netizen, gelaran MSC dengan 32 sound horeg ditonton ribuan penonton. Dari sejumlah konten yang beredar di medsos, tak sedikit penonton yang bertahan menyaksikan karnaval ini sampai subuh.
