Media sosial dihebohkan dengan beredarnya potongan video distribusi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Dalam video tersebut, siswa tidak menerima nasi kotak dengan lauk matang seperti biasa, melainkan kelapa muda dan telur mentah.
Peristiwa ini memunculkan beragam reaksi publik hingga pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan klarifikasi.
Berikut sederet fakta terkait peristiwa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deretan Fakta di Balik Menu Tak Biasa MBG di Pamekasan
1. Video distribusi MBG menampilkan kelapa muda dan telur mentah
Dalam video berdurasi 53 detik yang beredar, tampak mobil SPPG membawa muatan kelapa muda dalam jumlah banyak. Petugas menurunkan kelapa tersebut di halaman sekolah bersama bungkusan plastik yang diduga berisi satu butir telur mentah dan sepotong roti.
Perekam video sempat memastikan distribusi tersebut kepada petugas di lokasi.
"Untuk MBG hari ini, di hari Kamis barokah olle begghen (dengan), hari Kamis barokah MBG di Kecamatan Palengaan. Ini pulangnya dapat satu ya, Dik?" tanya perekam video.
Petugas menjawab singkat, "Iya," yang kemudian disambut ucapan, "Ya Alhamdulillah," oleh perekam.
2. Ribuan siswa menerima paket MBG dengan menu tidak biasa
Kepala SPPG Bumdes Sejahtera Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Hairul Hafid, membenarkan adanya distribusi menu tersebut. Ia menjelaskan jumlah penerima manfaat pada hari itu mencapai ribuan siswa.
"Sebanyak 2.030 siswa menerima kelapa muda, satu telur mentah, dan sepotong roti," kata Hafid, Sabtu (14/2/2026).
3. Sebagian siswa menerima menu berbeda
Hairul menyebut tidak semua siswa mendapatkan paket yang sama. Terdapat pembagian menu untuk kelompok siswa lainnya.
"Sedangkan 970 siswa lainnya menerima jeruk, satu telur mentah, dan satu potong roti produk UMKM," tandas Hafid.
4. SPPG menyebut menu tersebut sebagai uji coba jelang Ramadan
Menanggapi viralnya video tersebut, Hairul memberikan klarifikasi bahwa menu kelapa muda dan telur mentah merupakan bagian dari percobaan.
"Sebenarnya kami hanya percobaan menu keringan, Karena ini menjelang Ramadhan kami mencoba dengan menyalurkan kelapa muda,sedang rotinya merupakan produk UMKM," ujar Hairul.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah melalui konsultasi dengan ahli gizi sebelum didistribusikan kepada sekitar 3.000 siswa.
"Pihaknya berani menyalurkan hal tersebut karena mendapat izin dari ahli gizi," jelasnya.
Selain alasan menyambut Ramadan, Hairul menyatakan bahwa variasi menu dalam program MBG dapat berubah sesuai kebutuhan dan permintaan sekolah.
"Sehari tidak sama distribusinya, tergantung permintaan karena ada sekolah yang minta menu lain," tandas Hairul.
(ihc/dpe)











































