Dalih SPPG di Pamekasan Usai Viral Menu MBG Kelapa Muda dan Telur Mentah

Round-Up

Dalih SPPG di Pamekasan Usai Viral Menu MBG Kelapa Muda dan Telur Mentah

Denza Perdana - detikJatim
Minggu, 15 Feb 2026 11:20 WIB
Petugas SPPG di Kec. Palengan, Pamekasan menurunkan kelapa muda dan telur mentah untuk dibagikan ke siswa
MBG menu kelapa muda dan telur mentah di Pamekasan. (Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar)
Pamekasan -

Media sosial dihebohkan potongan video tentang distribusi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Bukan nasi kotak dengan lauk pauk matang, para siswa diberi kelapa muda dan telur mentah.

Dalam video berdurasi 53 detik yang beredar tampak sebuah mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membawa muatan kelapa muda dalam jumlah banyak.

Petugas terlihat menurunkan muatan tersebut di sebuah halaman sekolah bersama bungkusan plastik yang diduga berisi satu butir telur mentah dan sepotong roti. Perekam video sempat berinteraksi dengan petugas di lokasi untuk memastikan peruntukan barang-barang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk MBG hari ini, di hari Kamis barokah olle begghen (dengan), hari Kamis barokah MBG di Kecamatan Palengaan. Ini pulangnya dapat satu ya, Dik?" tanya perekam video kepada salah satu petugas.

Petugas menjawab singkat, "Iya," yang kemudian disambut ucapan, "Ya Alhamdulillah," oleh perekam.

ADVERTISEMENT

Penjelasan Pihak SPPG

Kepala SPPG Bumdes Sejahtera Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Hairul Hafid, membenarkan distribusi menu tak biasa tersebut. Hafid merinci ada ribuan siswa yang menerima paket MBG pada hari itu.

"Sebanyak 2.030 siswa menerima kelapa muda, satu telur mentah, dan sepotong roti," kata Hafid, Sabtu (14/2/2026).

Tidak semua siswa mendapatkan paket yang sama. Hafid menjelaskan bahwa ada pembagian jenis menu yang berbeda untuk kelompok siswa lainnya.

"Sedangkan 970 siswa lainnya menerima jeruk, satu telur mentah, dan satu potong roti produk UMKM," tandas Hafid.

Dalih Percobaan Menu Jelang Ramadan

Menanggapi viralnya menu yang dinilai tidak wajar itu, Hafid memberikan klarifikasi. Ia menyebutkan bahwa pemberian kelapa muda dan telur mentah itu merupakan sebuah uji coba.

"Sebenarnya kami hanya percobaan menu keringan, Karena ini menjelang Ramadhan kami mencoba dengan menyalurkan kelapa muda,sedang rotinya merupakan produk UMKM," ujar Hairul.

Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan tanpa pertimbangan. Pihaknya mengaku telah mengonsultasikan pemilihan menu tersebut kepada pakar terkait sebelum disalurkan ke 3.000 siswa.

"Pihaknya berani menyalurkan hal tersebut karena mendapat izin dari ahli gizi," jelasnya.

Selain alasan menyambut bulan suci Ramadan, Hairul menyebutkan bahwa variasi menu dalam program MBG bersifat dinamis. Menurutnya, distribusi menu setiap harinya bisa berubah-ubah mengikuti kebutuhan di lapangan.

"Sehari tidak sama distribusinya, tergantung permintaan karena ada sekolah yang minta menu lain," tandas Hairul.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads