Puluhan Santri Diduga Keracunan MBG di Ngawi Masih Dirawat

Puluhan Santri Diduga Keracunan MBG di Ngawi Masih Dirawat

Sugeng Harianto - detikJatim
Minggu, 15 Feb 2026 11:14 WIB
Santri Ponpes Al Hijrah Karangasri Desa/Kecamatan Karangasri, Ngawi keracunan MBG mendapat perawatan medis
Santri Ponpes Al Hijrah Karangasri Desa/Kecamatan Karangasri, Ngawi keracunan MBG mendapat perawatan medis. (Foto: Dok. Istimewa)
Ngawi -

Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hijrah di Desa Karangasri, Kabupaten Ngawi, yang diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makan bergizi gratis (MBG), masih menjalani perawatan. Para santri dirawat di empat titik rumah sakit dan puskesmas.

"Yang sudah pulang separo infonya lainnya masih dirawat," ujar Humas Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hijrah Ngawi, Ustadzah Atul, saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (15/2/2026) pukul 09.15 WIB.

Menurut Atul, sebelumnya terdapat 67 santri yang mengalami gejala keracunan dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit serta puskesmas di Ngawi. Keempat titik perawatan tersebut yakni Puskesmas Padas, RSUD dr Soeroto Ngawi, RSUD Geneng, dan Puskesmas Kasreman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semula 67 santri yang gejala keracunan dan sudah separo yang pulang," jelas Atul.

Atul menjelaskan, sekitar 300 santri menerima MBG pada Jumat (13/2). Namun pada malam harinya, sebanyak 67 santri mengeluhkan mual dan muntah.

ADVERTISEMENT

"Dari sekitar 300 santri hanya 67 yang gejala keracunan," tandas Atul.

Sebelum gejala keracunan itu muncul, para santri mengonsumsi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat pada Jumat (13/2) sekitar pukul 13.00 WIB.

Keesokan harinya, sekitar pukul 03.00 WIB, para korban mulai merasakan gejala diare, mual, dan pusing. Puluhan santri laki-laki dan perempuan tersebut kemudian dilarikan ke sejumlah Puskesmas dan rumah sakit.

Para korban sempat dirawat di Puskesmas Padas, Puskesmas Kasreman, Puskesmas Ngawi Purba, serta RSU Geneng. Sebagian sudah diperbolehkan pulang, namun masih banyak yang menjalani rawat inap.

Terpisah, Kapolsek Padas AKP Sugeng Wahyudi membenarkan adanya dugaan keracunan massal tersebut. Ia menyebut para korban dirawat secara terpisah di puskesmas dan rumah sakit.

"Benar diduga keracunan kami rawat di Puskesmas Padas Ngawi. Tapi wilayah lokasi di kecamatan kota," kata Sugeng Wahyudi saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (14/2).




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads