18 Larangan Saat Imlek yang Masih Dipercaya hingga Saat Ini

18 Larangan Saat Imlek yang Masih Dipercaya hingga Saat Ini

Anastasia Trifena - detikJatim
Jumat, 13 Feb 2026 21:00 WIB
Ilustrasi Imlek
Ilustrasi merayakan Imlek. Foto: Getty Images/Akarawut Lohacharoenvanich
Surabaya -

Tahun baru identik dengan hidup yang baru. Bak selembar kertas putih yang kosong, momen pergantian tahun kerap dimaknai sebagai awal untuk menata kembali harapan, sikap, dan langkah ke depan.

Hal serupa juga dipercaya masyarakat Tionghoa saat menyambut tahun baru Imlek. Perayaan ini dianggap sebagai titik awal yang menentukan keberuntungan, kesehatan, dan keharmonisan sepanjang tahun.

Larangan Saat Imlek

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, berbagai larangan dan pantangan masih dijaga dan dijalankan sebagai bentuk kehati-hatian agar nasib baik tidak terbuang percuma. Melansir China Highlights, berikut beberapa larangan menjelang Imlek yang masih dipercaya hingga saat ini.

1. Menghindari Minum Obat

Pada hari pertama Imlek, minum obat atau merebus ramuan herbal dipercaya bisa membawa sakit berkepanjangan sepanjang tahun. Di beberapa daerah, orang yang sakit bahkan memecahkan wadah obat sebagai simbol membuang penyakit.

ADVERTISEMENT

2. Tidak Menyapu atau Membuang Sampah

Menyapu rumah saat Imlek dipercaya sama dengan menyapu fu (福) atau rezeki. Begitu pula membuang sampah yang dimaknai sebagai membuang keberuntungan.

3. Menghindari Ucapan Bernada Buruk

Kata-kata yang berkaitan dengan kematian, penyakit, kemiskinan, atau hal negatif lainnya sebisa mungkin harus dihindari. Biasanya menjelang Imlek, masyarakat Tionghoa sangat berhati-hati dalam berucap dan lebih banyak menggunakan ungkapan yang halus.

4. Tidak Makan Bubur dan Daging untuk Sarapan

Bubur dianggap melambangkan kemiskinan sehingga tidak dikonsumsi saat pagi hari Imlek. Daging juga dihindari sebagai bentuk penghormatan terhadap kepercayaan tertentu yang menjunjung nilai kehidupan.

5. Tidak Mencuci dan Potong Rambut

Dalam bahasa Mandarin, rambut disebut fa (发) yang pelafalannya sama dengan fa dalam facai (发财) atau menjadi kaya. Karena itu, mencuci rambut diyakini dapat "menghilangkan" keberuntungan. Memotong rambut juga dipercaya membawa nasib buruk.

6. Tidak Mencuci Pakaian

Hari pertama dan kedua Imlek dipercaya sebagai hari kelahiran Dewa Air. Mencuci pakaian dianggap tidak menghormati dan melambangkan membuang kekayaan.

7. Menghindari Pekerjaan Menjahit

Menjahit atau melakukan pekerjaan yang menggunakan jarum dipercaya membawa tahun yang penuh kerja keras dan kesulitan.

8. Tidak Menggunakan Gunting dan Pisau

Benda tajam dipercaya bisa memicu pertengkaran atau membawa nasib buruk akibat kecelakaan dan kehilangan rezeki.

9. Tidak Memberi Angpao dengan Jumlah Ganjil

Angpao atau hongbao (红包) sebaiknya berisi angka genap. Angka 4 dihindari karena pelafalannya mirip dengan kata si (死) yang berarti kematian.

10. Tidak Memberikan Hadiah Tertentu yang Dianggap Membawa Sial

Jam, gunting, dan buah pir termasuk hadiah yang dihindari karena memiliki makna simbolis yang kurang baik dalam budaya Tionghoa.

11. Menghindari Memecahkan Barang

Barang pecah dianggap sebagai pertanda ketidakutuhan. Jika terjadi, biasanya barang yang pecah tersebut dibungkus kertas merah sambil mengucapkan "sui sui ping'an" (碎碎平安) yang bermakna keselamatan sepanjang tahun. Kata sui (碎) yang berarti pecah berbunyi sama dengan sui (岁) yang berarti tahun.

12. Anak Perempuan yang Sudah Menikah Tidak Boleh Pulang ke Rumah Orang Tua

Tradisi ini dipercaya bisa membawa kesialan atau kesulitan ekonomi bagi keluarga orang tua.

13. Menjaga agar Anak Tidak Menangis

Tangisan anak diyakini membawa nasib buruk bagi keluarga, sehingga orang tua berusaha menjaga suasana tetap ceria.

14. Tidak Berkunjung Ke Rumah Sakit

Kunjungan ke rumah sakit dipercaya bisa membawa penyakit sepanjang tahun, kecuali dalam kondisi darurat.

15. Menghindari Utang

Meminjam atau menagih uang saat Imlek dipercaya membawa kesialan finansial sepanjang tahun.

16. Tidak Mengenakan Pakaian Rusak

Pakaian yang sobek atau rusak dipercaya membawa kesialan, terlebih jika dikenakan anak-anak.

17. Tidak Memakai Pakaian Putih atau Hitam

Kedua warna ini identik dengan suasana duka sehingga dihindari selama perayaan Imlek yang identik dengan sukacita.

18. Menghindari Aktivitas Membunuh Hewan

Darah dianggap sebagai pertanda buruk, sehingga aktivitas penyembelihan biasanya dilakukan sebelum malam pergantian tahun.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads