Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo mencatat tren positif pada angka kematian ibu (AKI) dalam 2 tahun terakhir. Sepanjang 2025, jumlah kasus AKI turun signifikan dibandingkan tahun 2024.
Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti menyebutkan bahwa pada 2024 tercatat ada sebanyak 11 kasus kematian ibu di Bumi Reyog. Angka itu menurun menjadi 5 kasus pada 2025.
"Untuk AKI kita turun ya, ini menunjukkan progres yang baik dari 11 kasus di 2024 turun menjadi 5 kasus di 2025. Untuk tahun ini kita targetkan zero," ujar Dyah Ayu, Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penurunan tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor. Mulai dari kader posyandu, bidan desa, hingga tenaga kesehatan di puskesmas yang aktif melakukan pemantauan ibu hamil sejak awal kehamilan.
Selain AKI, tren penurunan juga terjadi pada angka kematian bayi (AKB). Pada 2024 tercatat 121 kasus kematian bayi, sedangkan pada 2025 turun menjadi 96 kasus.
"Memang turun, tapi itu tidak memuaskan kami karena memang masih terjadi kasus kematian pada bayi," imbuhnya.
Dyah menjelaskan, mayoritas kematian bayi terjadi pada masa neonatal atau usia 0-7 hari setelah lahir. Periode tersebut menjadi fase paling rentan dalam kehidupan bayi dan sangat dipengaruhi kondisi kesehatan ibu selama kehamilan.
"Kondisi kesehatan juga dipengaruhi faktor sosial hingga lingkungan. Jadi ini tidak bisa dilihat dari satu sisi saja," terangnya.
Meski menunjukkan tren penurunan, Dinkes mencatat hingga Januari sampai pertengahan Februari 2026 sudah terjadi 12 kasus kematian bayi di Ponorogo.
"Tahun ini kita targetkan kasus AKB seminim mungkin. Kita tidak mengharapkan terjadi kasus, tapi bagaimana kita terus berusaha menekan," tegasnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan upaya penurunan AKI dan AKB harus berjalan seiring dengan percepatan penanganan stunting. Ia menekankan pentingnya pendampingan sejak pra-kehamilan hingga proses persalinan.
"Pemeriksaan gratis program Presiden harus dimanfaatkan. Selain itu, pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan pendampingan juga perlu ditingkatkan untuk menekan angka stunting hingga AKB dan AKI," kata Bunda Rita, sapaan akrabnya.
(auh/hil)











































