Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, tradisi ziarah kubur kerap dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Secara bahasa, ziarah mempunyai arti berkunjung atau mendatangi.
Sedangkan secara istilah, ziarah kubur dimaknai dengan mengunjungi makan-makan orang yang sudah meninggal. Lantas, mengapa sebagian orang ziarah kubur jelang Ramadhan? Yuk simak selengkapnya di bawah ini.
Alasan Orang Ziarah Kubur Jelang Ramadhan
Ziarah kubur menjadi salah satu tradisi spiritual yang sangat penting dalam Islam. Sebagian orang memilih melakukan ziarah kubur jelang Ramadhan sebagai bentuk persiapan untuk memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan berziarah ke kubur, seseorang dapat kembali mengingat kenangan bersama orang tua, sanak keluarga, atau para ulama yang telah meninggal. Selain sebagai bentuk penghormatan, ziarah kubur menjadi momentum untuk melakukan refleksi diri dan menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.
Terlebih menjelang Ramadhan, ziarah kubur kerap dimaknai lebih mendalam karena bulan suci ini dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan serta menjadi kesempatan untuk meraih ampunan.
Hikmah Ziarah Kubur Jelang Ramadhan
Selain sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada keluarga yang telah wafat, ziarah kubur juga diyakini menyimpan banyak hikmah spiritual. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut sejumlah hikmah ziarah kubur jelang Ramadhan yang bisa menjadi bahan renungan dan persiapan diri menyambut bulan penuh berkah.
1. Mengingat Kematian
Pada awalnya Nabi Muhammad pernah melarang umat Islam untuk berziarah ke kuburan, mengingat keimanan mereka pada saat itu dalam kondisi yang lemah. Tak hanya itu, kondisi sosiologis di masyarakat Arab pada zaman itu masih didominasi dengan pikiran kemusyrikan dan kepercayaan para dewa dan sesembahan
Larangan Rasulullah SAW untuk ziarah kubur pada waktu itu dengan maksud takut adanya kesalahpahaman. Baik dalam berperilaku ataupun saat berdoa. Namun seiring berjalannya waktu, Rasulullah akhirnya memperbolehkan berziarah ke kubur. Hal tersebut tercantum dalam Sunan Turmudzi Nomor 973:
حديث بريدة قال : قال رسول الله صلى الله علية وسلم: قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فقد أذن لمحمد في زيارة قبر أمه فزورها فإنها تذكر الآخرة. رواة الترمذي
Artinya: Hadis dari Buraidah ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke kubur ibunya. Maka sekarang berziarahlah! Karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.
Ziarah kubur mengingatkan tentang akhirat khususnya kematian. Tujuan ziarah juga sebagai pengingat bagi kita untuk lebih rajin ibadah dan terus meningkatkan ibadah. Dalam bulan Ramadhan yang merupakan bulan penuh pengampunan, kita bisa memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak amal ibadah kita.
Baca juga: 7 Amalan Menyambut Bulan Ramadhan |
2. Mendoakan Orang yang Kita Ziarahi
Hikmah selanjutnya dari ziarah jelang Ramadhan adalah mendoakan orang yang kita ziarahi. Khususnya pada bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh rahmat. Kita dapat mendoakan mereka dengan doa-doa terbaik.
Doa tersebut seperti mendapatkan pengampunan di akhirat, dilapangkan kuburannya, dan ditempatkan di sisi Allah SWT yang terbaik. Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan umatnya untuk berdoa meminta ampun kepada Allah untuk saudara yang meninggal. Berikut bunyinya.
اسْتَغْفِرُوا لأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ فَإِنَّهُ الآنَ يُسْأَلُ
Artinya: Mintalah ampun pada Allah untuk saudara kalian dan mintalah kekokohan (dalam menjawab pertanyaan kubur). Karena saat ini ia sedang ditanya. (HR. Abu Daud no 2758. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
3. Menghindarkan Diri dengan Cinta yang Berlebihan
Hikmah ziarah kubur selanjutnya adalah menghindarkan manusia dari rasa cinta kepada dunia secara berlebihan. Sebab pada dasarnya kehidupan di dunia ini bersifat sementara.
Dengan ziarah kubur, membuat manusia mengingat-ingat bahwa semua hal yang ada di dunia akan hilang pada waktunya. Tidak ada yang kekal, karena keabadian hanya di akhirat. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam surah At-Takasur ayat 8.
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Artinya: Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia. (QS At-Takatsur:8)
(hil/irb)











































