Geger Guru di Jember Diduga Telanjangi Siswa Saat Cari Uang yang Hilang

Geger Guru di Jember Diduga Telanjangi Siswa Saat Cari Uang yang Hilang

Yakub Mulyono - detikJatim
Selasa, 10 Feb 2026 21:05 WIB
Teacher hand is holding pen for checking student homework assignments on desk in school. Unfinished paperwork stacked in archive with color paper and binder paper clips. Education and business concept
Ilustrasi guru (Foto: Getty Images/iStockphoto/NuPenDekDee)
Jember -

Dunia pendidikan di Kabupaten Jember kembali didera kabar miring. Seorang guru wali kelas V di SDN Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, berinisial FT, diduga melakukan tindakan asusila dengan memerintahkan para siswanya untuk bertelanjang dada hingga bugil demi mencari uang yang hilang.

Insiden yang terjadi pada Jumat (6/2) tersebut memicu trauma mendalam bagi para siswa dan kemarahan wali murid. Bahkan, potongan video kejadian tersebut sempat viral di media sosial.

Informasi yang dihimpun menyebutkan aksi ini bermula sekitar pukul 08.30 WIB, FT yang merupakan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), mengaku kehilangan uang Rp75.000 dalam bentuk lembaran baru. Sebelumnya, pada Senin (2/2), ia juga mengaku kehilangan uang sebesar Rp200.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantaran curiga, FT memanggil 22 siswanya dan menggeledah tas mereka satu per satu. Namun, karena uang tidak kunjung ditemukan, ia mengambil tindakan ekstrem pada pukul 11.00 WIB dengan melakukan penggeledahan tubuh.

ADVERTISEMENT

Siswa laki-laki diminta menanggalkan seluruh pakaian hingga tanpa busana. Sementara itu, siswa perempuan diperintahkan membuka pakaian dan hanya menyisakan pakaian dalam (singlet dan celana dalam).

Aksi berlebihan tersebut terhenti saat enam siswa sudah dalam kondisi telanjang, para wali murid yang curiga karena anak-anak mereka tak kunjung pulang hingga siang hari, mendatangi sekolah dan mendobrak pintu kelas V yang tertutup rapat.

"Karena sampai Jumat siang anak-anak tidak pulang, wali murid datang mengecek. Kami mendapat laporan dari siswa kelas VI yang melihat kejadian itu," ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (9/2/2026).

Akibat kejadian ini, banyak siswa mengalami trauma hebat. Pada Sabtu (7/2), dilaporkan hanya enam siswa yang berani masuk sekolah karena dipanggil oleh guru, sementara puluhan lainnya memilih bolos karena takut.

Wali murid sempat berniat mengirimkan petisi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Jember agar oknum guru tersebut dipecat. Namun, pihak Disdik telah turun tangan melakukan mediasi pada Minggu (8/2).

Ironisnya, wali murid mengaku diminta menandatangani surat perjanjian untuk bungkam kepada media selama kasus ditangani.

"Sudah ditangani Diknas. Kami diminta tanda tangan untuk tidak bicara, kalau saya ngomong nanti saya yang kena," ungkap narasumber tersebut.

Plt Kepala SDN Jelbuk 02, Arif Rahman, bersikap tertutup saat dikonfirmasi. Dia enggan memberikan keterangan lebih detail mengenai nasib FT maupun kronologi kejadian. Ia menegaskan bahwa kasus ini sepenuhnya telah dilimpahkan ke Dinas Pendidikan Jember.

"Saya serahkan semua ke Diknas, silakan konfirmasi ke sana," paparnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads