Polisi masih mendalami penyebab kematian Adi Saputra (14), pelajar asal Dukuh Gupit, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Ponorogo yang ditemukan tewas di dalam sumur tua sedalam 14 meter. Polres Ponorogo mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Kediri untuk mengungkap penyebab kematian.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan pemeriksaan forensik terhadap jenazah pelajar itu dilakukan demi memastikan kondisi korban saat masuk ke dalam sumur.
"Untuk perkembangan penyelidikan, kami sudah mendatangkan Tim Labfor dari Kediri untuk mengetahui apa yang jadi penyebab meninggalnya korban. Apakah masuk ke sumur sudah dalam keadaan meninggal atau masih bernyawa, itu yang kami gali. Kami tunggu hasil dari Tim Labfor," ujar Andin, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga masih mendalami faktor yang menyebabkan korban bisa berada di dalam sumur tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa itu.
Termasuk faktor apa yang menyebabkan yang bersangkutan masuk ke sumur itu masih kami gali. Semoga saja tidak ada perbuatan tindak pidana yang terjadi di situ, memang murni dari yang bersangkutan. Yang pasti kami menunggu hasil Labfor dan perkembangan lebih lanjut dari saksi yang kami dalami," katanya.
Selain itu, polisi juga berupaya membuka ponsel milik korban untuk menelusuri kemungkinan petunjuk tambahan.
"Untuk HP korban masih kita lakukan treatment apabila bisa kita buka. Hasilnya akan kita sampaikan ke teman-teman media," tambahnya.
Pihak keluarga dan sekolah korban juga telah dimintai keterangan. Menurut Andin, langkah itu dilakukan agar hasil penyelidikan objektif.
"Dari keluarga, pihak sekolah juga kita mintai keterangan. Intinya yang berkaitan dengan korban itu kita gali, biar hasilnya objektif untuk menentukan apakah ini ada unsur melawan hukum atau tidak," tegasnya.
Diketahui, sumur tempat korban ditemukan sudah lama tidak digunakan dan memiliki kedalaman sekitar 40 meter. Jaraknya sekitar 100 meter dari rumah korban.
"Sumur itu sebenarnya sudah tidak dipakai dan lumayan dalam, sekitar 40 meter. Jarak rumah korban cuma 100 meter," ungkap Andin.
Korban dilaporkan hilang sejak Jumat (7/2/2026). Pada Sabtu (8/2), warga sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, termasuk mengecek sumur tersebut. Namun saat itu belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
"Dari saksi yang kita mintai keterangan, hari Sabtu kondisi sumur terbuka. Saat dicek belum ada tanda-tanda di dalamnya, makanya kemudian ditutup kembali karena sumur itu memang tidak digunakan, takut ayam masuk," jelasnya.
Pencarian kembali dilakukan keesokan harinya setelah warga mencium bau menyengat dari dalam sumur. Saat diperiksa, jenazah korban ditemukan di dasar sumur.
"Begitu pencarian hari berikutnya ada bau busuk di dalamnya, ternyata ada jenazah korban tersebut," pungkas Andin.
