Belajaraya Surabaya Jadi Ajang Kolaborasi Penggerak Pendidikan Lintas Sektor

Belajaraya Surabaya Jadi Ajang Kolaborasi Penggerak Pendidikan Lintas Sektor

Chilyah Auliya - detikJatim
Senin, 09 Feb 2026 20:12 WIB
Belajaraya Surabaya Jadi Ajang Kolaborasi Penggerak Pendidikan Lintas Sektor
Belajaraya Surabaya Jadi Ajang Kolaborasi Penggerak Pendidikan Lintas Sektor. (Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim)
Surabaya -

Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) sukses menggelar Belajaraya Surabaya sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pendidikan. Agenda yang berlangsung di Sekolah Cikal Surabaya pada Sabtu (7/2/2026) ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya serta lebih dari 30 Komunitas Organisasi Pendidikan (KOP) dari berbagai latar belakang.

Acara ini dirancang sebagai wadah bagi para penggerak pendidikan untuk berbagi praktik baik dan membangun aksi kolektif. Agenda dimulai dengan Kids Activity yang melibatkan anak-anak dalam aktivitas edukatif, sementara para orang tua mengikuti sesi berbagi mengenai pola asuh dan penguatan relasi keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Diskusi Publik I, topik literasi menjadi sorotan utama dengan menghadirkan narasumber Adhicipta Wirawan (Padas Indonesia), Andika Faris (Canva Indonesia), dan psikolog anak Nurul Fauziah. Diskusi tersebut menekankan peran teknologi dan pendekatan psikis dalam memperkuat literasi sebagai fondasi pembelajaran.

Selanjutnya, Diskusi Publik II membahas isu lingkungan bersama Dedhi Trunoyudho (Garda Pangan), Lyle Freshty (Dewan Asas Charlotte Mason), dan Raflika Aprilianti (Ecoton Indonesia) guna mendorong kesadaran keberlanjutan sejak dini.

ADVERTISEMENT

"Padahal kita yang tinggal di kota besar tetap harus tahu bagaimana cara berkontribusi pada alam lewat hal sederhana, seperti mengelola sampah sisa makanan agar tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir dan berdampak buruk bagi lingkungan," ujar Dedhi dalam diskusi tersebut.

Ia menekankan bahwa edukasi mengenai dampak konsumsi dan pengelolaan limbah rumah tangga harus diperkenalkan sejak dini sebagai bagian dari tanggung jawab warga kota.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengapresiasi dialog-dialog edukatif seperti ini. Ia menilai, inovasi pendidikan di Surabaya akan lahir ketika pemerintah, komunitas, dan orang tua duduk bersama untuk mencari solusi konkret bagi tantangan pendidikan di lapangan.

Kegiatan ini pun ditutup dengan Deklarasi Penggerak Pendidikan sebagai komitmen bersama untuk terus menciptakan ekosistem belajar yang inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi masa depan anak-anak di Surabaya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads