Segini Anggaran untuk Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Sidoarjo

Segini Anggaran untuk Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Minggu, 08 Feb 2026 13:20 WIB
Segini Anggaran untuk Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Sidoarjo
Bupati Sidoarjo Subandi/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Rencana pembangunan Flyover (FO) Gedangan terus dimatangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Proyek infrastruktur strategis tersebut ditargetkan mulai tahap konstruksi pada 2027, sementara tahun ini difokuskan pada proses pembebasan lahan.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, jumlah warga yang terdampak proyek ini relatif tidak banyak, sehingga diharapkan proses pembebasan lahan bisa berjalan bertahap dan lancar.

"Kurang lebih ada sekitar 160 jiwa yang terdampak. Tidak terlalu banyak, jadi nanti kita kerjakan bertahap. Yang penting pembebasan lahannya bisa kita usahakan tuntas sesuai mekanisme," kata Subandi kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Minggu (8/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat Pemkab Sidoarjo akan membentuk tim pembebasan lahan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), kejaksaan, kepolisian, hingga perangkat daerah terkait.

ADVERTISEMENT

"Bulan ini kita bentuk tim dulu. Setelah itu dilakukan sosialisasi kepada warga Gedangan yang lahannya masuk rencana pembangunan. Semua akan kita jelaskan, termasuk soal appraisal dan mekanisme ganti rugi," ujarnya.

Subandi menegaskan, ganti rugi kepada warga akan mengacu pada hasil penilaian independen agar nilainya adil dan sesuai ketentuan.

"Nanti ada appraisal yang menilai harga wajar tanah dan bangunan. Jadi bukan asal menentukan. Kita ingin masyarakat juga merasa dilindungi," tambahnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo Bahrul Amig menjelaskan, pembangunan FO Gedangan merupakan proyek yang pembiayaannya berbagi peran antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

"Pemerintah daerah punya kewajiban menyiapkan lahannya. Setelah itu pembangunan fisik flyover akan menjadi kewenangan pemerintah pusat," jelasnya.

Ia menyebut, kebutuhan anggaran pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp 350 miliar. Tahun ini, Pemkab Sidoarjo telah mengalokasikan sekitar Rp 200 miliar sebagai tahap awal.

"Prosesnya harus diawali penetapan lokasi, pembentukan panitia pembebasan tanah, lalu penunjukan appraisal untuk menentukan nilai ganti rugi yang layak. Ini tahapan administratif yang wajib dilalui," terangnya.

Menurutnya, pembebasan lahan menjadi pekerjaan rumah besar bagi daerah, apalagi di tengah berkurangnya dana transfer ke daerah.

"Meski kondisi fiskal kita cukup tertekan karena pengurangan dana transfer, pembebasan lahan FO Gedangan tetap menjadi prioritas. Harapannya, awal tahun ini seluruh proses administrasi sudah bisa mulai berjalan," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan, Flyover Gedangan Sidoarjo akan segera dibangun. Saat ini, Flyover Gedangan Sidoarjo dalam proses pembebasan lahan.

"Sekarang proses pembebasan lahan," kata Doddy di Sidoarjo usai melihat penerapan Inpres Jalan Daerah TA 2025 Banjarkemantren-Prasung di Sidoarjo, Sabtu (7/2/2026).

Doddy menyebut desain Flyover Gedangan Sidoarjo telah selesai dibuat. Saat ini, pihak Pemkab Sidoarjo masih melakukan proses pembebasan lahan menggunakan APBD Pemkab. Sementara pembangunan Flyover menggunakan anggaran Kementerian PU.

"Desainnya sudah selesai, sekarang proses pembebasan lahan. Mudah-mudahan secepatnya bisa kita mulai pekerjaan fisiknya," terangnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads