Pameran 'The Right to Slow Down' Ajak Pengunjung Rehat

Pameran 'The Right to Slow Down' Ajak Pengunjung Rehat

Anastasia Trifena - detikJatim
Minggu, 08 Feb 2026 12:20 WIB
Pameran The Right to Slow Down Ajak Pengunjung Rehat
Pameran 'The Right to Slow Down' di Surabaya. Foto: Anastasia Trifena/detikJatim
Surabaya -

Ritme hidup yang kian cepat menjadi alasan di balik pameran seni rupa bertajuk "The Right to Slow Down". Pameran yang diadakan Artchemist dan Tujujati Galery ini mengajak pengunjung untuk beristirahat sejenak dari kesibukan harian.

Pameran berlangsung selama satu bulan, 24 Januari 2026 hingga 25 Februari 2026. Sebanyak 12 seniman dari berbagai daerah terlibat di dalamnya. Pameran ini digelar di Kafe Tujujati Ketintang, Surabaya, pukul 10.00-21.00 WIB, mengikuti jam buka kafe.

Kurator sekaligus penulis pameran, Athia Alamanda dari Artchemist menyebut pameran ini berangkat dari kelelahannya dan orang-orang di sekitarnya dalam menjalani rutinitas yang serba produktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pameran ini berangkat dari rasa capek yang saya rasakan sendiri dan juga banyak orang rasakan karena tuntutan untuk selalu produktif, cepat, dan responsif," kata Athia kepada detikJatim, Kamis (5/2/2026).

ADVERTISEMENT

Pemilihan kafe sebagai ruang pameran dimaksudkan agar gagasan 'melambat' tidak hanya hadir lewat karya. Pengunjung yang datang ke kafe untuk sekadar makan, berbincang, atau bekerja, diajak untuk beristirahat sejenak menikmati karya seni.

Karya yang ditampilkan pun unik dan beragam. Mulai dari seni instalasi, lukisan, karya dua dan tiga dimensi, bunyi, hingga media bebas. Medium-medium itu menyiratkan pesan yang berbeda.

Miniatur memberi kesan intim, lukisan jadi ruang merenung, sementara benda sehari-hari yang ditampilkan sebagai karya seni, seperti hordeng bertujuan mendekatkan pengunjung dengan 'rumah' yang identik sebagai tempat istirahat.

"Saya tidak mencari karya yang menjelaskan konsep secara gamblang, tapi yang membuka ruang tafsir dan perasaan. Jadi prosesnya lebih berbasis rasa dan pengalaman dan tidak harus karya baru," jelas Athia.

Pameran tersebut disambut positif para pengunjung kafe. Salah satunya Siska. Ia mengaku menjadi jauh lebih tenang setelah berkunjung ke pameran.

"Tadi aku duduk-duduk sambil lihatin hasil-hasil karya ini, terus keliling juga. Jadi kayak diingetin untuk jangan ngerasa bersalah untuk istirahat sebentar dari kesibukan," urai Siska.

Pameran yang memvisualkan slow living ini diharap bisa menjadi medium untuk rehat sejenak dari aktivitas yang dijalani.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads