Menteri PU Pastikan IJD Sidoarjo Dukung Petani dan Logistik

Menteri PU Pastikan IJD Sidoarjo Dukung Petani dan Logistik

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 07 Feb 2026 19:01 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo
Menteri PU Dody Hanggodo/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Sidoarjo -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo meninjau langsung pembangunan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Banjarkemantren-Prasung di Lingkar Timur, Sidoarjo. Pembangunan jalan ini sangat bermanfaat untuk kelancaran kendaraan logistik termasuk para petani.

"IJD ini sebetulnya adalah usaha-usaha daerah karena banyak daerah yang kekurangan dana infrastruktur. Sesuai instruksi Bapak Presiden, kita harus hadir untuk kebutuhan infrastruktur daerah," kata Doddy, Sabtu (7/2/2026).

Doddy menegaskan, perbaikan dan pembangunan jalan di daerah merupakan program prioritas pemerintah sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pembangunan yang tepat sasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doddy membeberkan, Jalan Banjarkemantren-Prasung di Lingkar Timur Sidoarjo dibangun sepanjang 1,8 kilometer dan menelan biaya sebesar Rp 33,6 Miliar. IJD Jalan Banjarkemantren-Prasung dimulai pada 13 Oktober 2025. Kini jalan yang dibangun dengan anggaran APBN itu telah rampung 100%.

ADVERTISEMENT

Doddy menyebut, jalan itu bisa diharapkan bisa menekan biaya produksi petani hingga distribusi logistik semakin lancar.

"Program IJD merupakan bentuk kehadiran pemerintah pusat dalam membantu daerah yang mengalami keterbatasan pendanaan infrastruktur, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia," terangnya.

Doddy membeberkan sistem pelaksanaan IJD sudah semakin matang. Sistem pengelolaan dan pengawasannya dipantau oleh aparat penegak hukum, serta dinilai telah memenuhi standar teknokrasi yang lebih baik.

Sementara untuk Inpres irigasi, Dody mengakui pelaksanaannya relatif lebih baru, sehingga masih membutuhkan penyempurnaan dari sisi teknokrasi, seperti kejelasan titik lokasi dan perencanaan berkelanjutan dari tahun ke tahun.

"Kalau Inpres irigasi daerah memang agak terlambat karena sistem teknokrasinya belum sepenuhnya selesai. Tapi ke depan akan kita 'cut and paste' sistem yang sudah berjalan baik di bidang jalan," jelasnya.

Dody menekankan bahwa tujuan utama IJD jalan dan inpres irigasi adalah meningkatkan produktivitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta menekan biaya operasional petani. Dengan jalan yang lebih baik, petani dapat mengangkut hasil panen ke pasar dengan lebih cepat dan murah. Begitu pula dengan irigasi yang lancar, biaya tanam dapat ditekan secara signifikan.

"Kalau jalannya mulus, pergerakan petani saat panen makin cepat, biaya operasional turun. Kalau irigasi kita benahi, air lancar, biaya tanam juga turun. Ujungnya, biaya operasional keseluruhan turun dan nilai tukar petani akan naik," terangnya.

Dody menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian secara rutin meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur Nilai Tukar Petani (NTP) dari bulan ke bulan. Kementerian PU juga mendorong agar IJD jalan dan inpres irigasi daerah dimasukkan sebagai variabel dalam perhitungan NTP.

"Secara umum, dampak investasi tersebut diperkirakan berada pada kisaran 10-20 persen, meskipun tidak sebesar pengaruh fluktuasi harga komoditas," tandasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads