Jalan-jalan ke Surabaya, pulangnya pasti bawa oleh-oleh kue lapis. Surabaya memang ikonik sama kue lapis sih, tapi ada loh pilihan buah tangan lain selain itu.
Apalagi beberapa di antaranya gampang dibawa, tahan lama, dan pastinya punya cita rasa khas Surabaya yang beda dari kota lain.
Oleh-oleh Khas Surabaya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, sebelum asal beli oleh-oleh yang itu-itu lagi, mending intip dulu rekomendasi yang mungkin belum banyak orang tahu berikut ini.
1. Belah Doeren Surabaya
Belah Doeren adalah markas wajib para pecinta durian. Brand dessert asal Bandung yang sudah ada sejak 2013 ini dikenal sebagai pionir olahan durian premium. Semua menunya dibuat dari durian berkualitas, jadi aromanya khas tapi tetap creamy dan legit di mulut. Nggak heran banyak pengunjung yang langsung kalap lihat etalasenya.
Di Surabaya, lokasi Belah Doeren satu area dengan Lapis Kukus Pahlawan Surabaya, tepatnya di sebelahnya, di Jalan Diponegoro Nomor 83, Wonokromo. Umumnya buka dari pukul 10.00-21.00 WIB. Selain outlet di Diponegoro, outlenya juga ada di Royal Plaza dan AEON Mall.
Soal menu, Belah Doeren dikenal punya pilihan yang unik dan di luar ekspektasi. Salah satu yang paling bikin penasaran pengunjung adalah Durian Pizza, tersedia dalam varian Original dan Black Musangking yang lebih premium.
Selain itu, deretan patisserie mereka juga jadi favorit, mulai dari Durian Pancake, Chewy Soes Durian, Durian Milk Bun, Durian Tart, sampai Durian Tiramisu durian. Ada juga pilihan cake besar seperti Mille Crepes whole, Brownies Durian, dan Durian Buttercake. Range harganya cukup variatif, sekitar Rp 15.000 sampai Rp 300.000.
2. Spikoe Resep Kuno
Banyak wisatawan, mampir ke Spikoe Resep Kuno setiap berkunjung ke Surabaya. Toko kue legendaris ini sudah dikenal sejak 1976, spesialis kue lapis Surabaya autentik yang resepnya diwariskan turun-temurun. Kamu bisa datang langsung ke tokonya di Jalan Rungkut Madya 41-43, Surabaya.
Alasan kenapa Spikoe Resep Kuno sering masuk daftar wajib oleh-oleh karena rasanya konsisten dari dulu, teksturnya halus dari penggunaan banyak kuning telur, dan aroma mentega-rempahnya beda dari spikoe modern yang lebih ringan. Nggak heran kalau menjelang Lebaran atau acara keluarga besar, antreannya sering mengular.
Kue ini bahkan bisa bertahan sekitar 5 hari di suhu ruang, dan kalau disimpan di kulkas totalnya bisa sampai 12 hari. Jadi banyak yang sekalian beli beberapa kotak buat stok di rumah atau dibagikan ke keluarga di luar kota.
3. Kue Mente Surabaya
Sekilas bentuknya mirip kastangel tapi tanpa isi dan bagian bawahnya yang terlihat sedikit gosong. Justru saat digigit, teksturnya lembut tapi tetap renyah, dengan potongan kacang mete yang terasa dalam satu gigitan.
Bahan utamanya terdiri dari kacang mete asli yang dihaluskan, dicampur jagung, telur, mentega, gula, garam, dan minyak nabati. Resep klasik ini yang bikin rasanya terasa jadul tapi tetap nagih. Paling enak dinikmati sambil minum teh hangat atau kopi di sore hari.
Kalau lagi di Surabaya, banyak pengunjung berburu kue mente ini di tempat legendaris seperti Wisata Rasa di Jalan Raya Jemursari atau Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy. Harganya pun masih cukup ramah di kantong, sekitar Rp 40.000 untuk kemasan 300-500 gram.
4. Surabaya Patata
Brand ini sendiri sudah cukup dikenal sejak 2017. Banyak pengunjung tahu kalau Surabaya Patata didirikan oleh artis Ria Ricis bersama kakaknya, Oki Setiana Dewi. Outlet pertamanya ada di Jalan Dharmahusada Nomor 187, Surabaya.
Dan, dari situlah nama "Patata" yang berarti kentang dalam bahasa Spanyol mulai dikenal. Konsepnya terinspirasi dari strudel Malang, tapi diolah jadi cake premium khas Surabaya dengan bahan utama tepung kentang.
Dari segi menu, pengunjung biasanya langsung tertarik dengan varian rasa yang cukup playful. Harganya juga masih ramah di kantong, biasanya berkisar antara Rp 80.000 sampai Rp 120.000 per kue, jadi banyak yang menjadikannya buah tangan khas Surabaya yang kekinian tapi tetap enak.
5. Siropen Telasih
Sirup tradisional khas Surabaya ini sudah diproduksi sejak era kolonial Belanda, dan dikenal dengan rasa manis segar dari ekstrak telasih atau sejenis lemon balm yang aromanya khas dan susah ditiru sirup modern.
Pabriknya ada di Jalan Mliwis Nomor 5, Krembangan Selatan, dan bangunan bergaya kolonialnya pun sudah masuk kategori cagar budaya. Siropen Telasih ini dibuat dari bahan sederhana seperti gula, air, telasih asli, dan perisa alami.
Sirup ini lebih enak dinikmati dalam keadaan dingin, dicampur air soda, es jeruk, atau bahkan dijadikan soda gembira yang segar banget, apalagi di cuaca Surabaya yang panas.
Selain sudah jadi warisan kuliner lebih dari 100 tahun dan masih diproduksi secara manual, sirup ini juga tahan lama hingga dua tahun. Harganya pun relatif terjangkau, sekitar Rp 30.000-an per botol, jadi banyak yang membeli beberapa sekaligus.
Nah, detikers sekarang kamu bisa eksplor rasa baru yang ada di Surabaya. Jangan lupa mampir ke salah satunya ya!
