Puluhan guru honorer di Jawa Timur kini menjalankan usaha mandiri berkelanjutan. Langkah sukses puluhan guru ini merupakan wujud nyata hasil pendampingan melalui Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Cerita keberhasilan puluhan guru honorer itu terangkum dalam sharing session PROTEG di Van Der Man Caffe, Jalan Sultan Agung, Kota Batu, Kamis (5/2/2026). Para peserta yang hadir dengan berbagai latar usaha membagikan berbagai pengalaman yang mereka miliki.
PROTEG yang telah berjalan sejak tahun 2024 ini awalnya diikuti oleh sebanyak 200 guru honorer di Jawa Timur dan meningkat signifikan menjadi 500 peserta pada tahun 2025. Dari ratusan peserta, ada 30 guru yang mendapatkan apresiasi karena usahanya berjalan dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan guru honorer sebagai peserta terbaik ini mendapatkan pe guatan lanjutan, khususnya di bidang branding, pemasaran digital, dan copywriting dengan melibatkan konsultan branding profesional yang berpengalaman mendampingi pelaku UMKM.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengaku, bangga atas keberhasilan PROTEG sebagai jawaban atas permasalahan aspek kesejahteraan guru honorer yang selama ini tak kunjung terselesaikan di dunia pendidikan.
"PROTEG bukan sekedar program, tetapi bukti nyata kepedulian. Kita melihat langsung guru-guru honorer yang kini mampu berdiri mandiri secara ekonomi, dengan usaha yang legal dan berkelanjutan," ungkap Aries saat ditemui awak media, Kamis (5/2/2026).
Aries menjelaskan, dari ratusan peserta program ini, sekitar 30% sudah menjalankan usahanya dengan sangat baik dan bisa berjalan mandiri. Sementara untuk 60% peserta masuk kategori baik karena sudah memiliki usaha dan izin resmi.
"Kemudian untuk sisanya sekitar 10% masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut. Oleh karena itu, dalam kegiatan di Kota Batu ini kami mengapresiasi sebanyak 30 guru honorer terbaik di Jawa Timur," terang dia.
Menurut Aries, peningkatan kesejahteraan guru honorer akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Guru yang lebih sejahtera diyakini akan memiliki ketenangan, dedikasi, dan profesionalisme yang lebih tinggi dalam mendidik generasi penerus.
"Ketika kesejahteraan guru terjaga, semangat mengajar akan semakin kuat. Inilah pendidikan berdampak yang kita bangun bersama untuk masa depan Jawa Timur," tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana PROTEG dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), M Zainul Asrofi menyampaikan bahwa PROTEG ini merupakan program terapan yang dirancang praktis dan aplikatif, menyesuaikan dengan kesibukan guru honorer sebagai pendidik.
"PROTEG adalah program terapan ekonomi guru. Pembekalan kewirausahaan kami rancang praktis, mulai dari perencanaan usaha, pemasaran, pengelolaan, hingga pengembangan bisnis, agar guru honorer benar-benar mampu menjalankan usaha secara mandiri," kata Zainul.
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya pendapatan guru honorer, sementara pemerintah belum sepenuhnya mampu memberikan take home pay yang memadai. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Jawa Timur, tetapi juga hampir merata di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggandeng ITS untuk memberikan pembekalan keterampilan kewirausahaan berbasis teknologi. Program dilaksanakan melalui kombinasi pelatihan daring dan luring, dilengkapi dengan coaching serta pendampingan langsung sesuai karakter dan tantangan usaha masing-masing peserta.
"Kami mendorong usaha peserta berbasis teknologi dan digital marketing, memanfaatkan media sosial agar jangkauan pasar lebih luas dan usaha dapat berkembang secara berkelanjutan," tandasnya.
