Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Batu Giok?

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Batu Giok?

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Jumat, 06 Feb 2026 01:00 WIB
Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Batu Giok?
Ilustrasi batu giok. Foto: Tahlia Doyle SqC2oz3sqaM/Unsplash
Surabaya -

Sebuah video yang menampilkan empat bocah di Bojonegoro datang ke toko emas untuk menjual bongkahan batu sempat viral di media sosial (medsos). Dengan penuh keyakinan, mereka mengira batu tersebut giok yang bernilai tinggi setelah melihat kilauan kecil menyerupai kristal di dalamnya.

Namun, setelah diperiksa karyawan toko, batu itu dipastikan hanya batu jalanan biasa, bukan batu mulia seperti yang dibayangkan. Fenomena ini pun memicu rasa penasaran publik tentang apa sebenarnya batu giok, dan bagaimana cara mengenalinya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Batu Giok?

Dikutip Britannica, giok merupakan batu permata yang keras, padat, dan dapat dipoles hingga mengkilap. Biasanya giok diukir menjadi perhiasan, ornamen, patung kecil, dan benda-benda fungsional sejak zaman dahulu kala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua bentuk giok adalah jadeit dan nefrit. Jadeit merupakan silikat natrium dan aluminium, yang dikategorikan sebagai piroksen. Sedangkan, nefrit merupakan silikat kalsium dan magnesium yang termasuk dalam kelompok mineral amfibol dan dianggap sebagai tremolit.

Pada kedua jenis giok tersebut, kristal berukuran mikroskopis saling terikat rapat sehingga membentuk agregat yang kompak. Selain itu, keduanya juga dapat berwarna putih atau tidak berwarna.

ADVERTISEMENT

Namun, adanya pengotor besi, kromium, dan mangan dapat menghasilkan variasi warna lain, mulai dari merah, hijau, ungu, hingga abu-abu. Di antara berbagai jenis tersebut, jadeit berwarna hijau zamrud menjadi varietas yang paling bernilai tinggi.

Sejarah Batu Giok

Batu giok yang berasal dari Myanmar merupakan batu giok dengan kualitas terbaik. Seorang perajin giok dari China mengungkapkan batu giok yang berasal dari Myanmar memiliki mutu yang lebih unggul.

Hal ini karena batu tersebut dinilai lebih kuat dan padat. Selain itu, batu giok dari Myanmar lebih mudah diolah, serta mampu memancarkan kilau yang lebih menarik dibandingkan giok dari wilayah lain.

Pada 1863, para peneliti menemukan batu giok dari China dan Myanmar memiliki komposisi mineral yang berbeda, yakni jadeit dan nefrit. Perbedaan ini sebenarnya telah disadari para perajin sejak lama, meski saat itu mereka belum mengetahui keduanya merupakan jenis giok yang berbeda.

Di antara keduanya, jadeit dianggap sebagai giok dengan kualitas paling unggul sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan nefrit, utamanya yang berwarna hijau zamrud.

Batu tersebut sering ditemukan di Myanmar dan sangat dihargai dalam budaya Tiongkok. Batu giok dengan warna hijau merata dikenal dengan "Imperial Jade", dan dinilai sebagai batu giok dengan kualitas paling tinggi.

Jenis Batu yang Kerap Disangka Giok

Jika detikers berencana membeli batu giok, sebaiknya lebih waspada karena terdapat sejumlah material yang tampilannya sangat menyerupai giok. Material tersebut kerap dibentuk dan dipoles sehingga sulit dibedakan dari giok asli. Beberapa batu yang sering dianggap mirip giok antara lain sebagai berikut.

  • Serpentin: memiliki warna yang mirip sekali dengan batu giok, akan tetapi mempunyai kepadatan yang lebih rendah.
  • Vesuvianite: batu ini juga dikenal dengan idocrase. Tak berbeda dengan serpentin, batu ini memiliki kepadatan batu yang sangat rendah dan mudah pecah.
  • Maw sit sit: batu ini berasal dari Myanmar dan bentuknya sangat mirip dengan giok karena dalam material penyusunannya terdapat juga jadeit.
  • Aventurine: batu kuarsa hijau yang sering dikenal dengan "Indian Jade".



(hil/irb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads