Asal-usul Batu Temuan 4 Bocah di Bojonegoro yang Disangka Giok

Asal-usul Batu Temuan 4 Bocah di Bojonegoro yang Disangka Giok

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Selasa, 03 Feb 2026 11:00 WIB
Empat bocah mendatangi toko emas di Bojonegoro untuk menjual batu putiih yang mereka yakini batu giok bernilai tinggi.
Empat bocah mendatangi toko emas di Bojonegoro untuk menjual batu putiih yang mereka yakini batu giok bernilai tinggi. (Foto: tangkapan layar video viral)
Bojonegoro -

Aksi polos empat bocah di Bojonegoro yang datang ke toko emas sambil membawa bongkahan batu besar, sempat mengundang gelak tawa warganet. Dengan penuh keyakinan, mereka mengira batu yang dibawanya adalah giok bernilai tinggi, layaknya cerita dalam drama China yang viral di media sosial.

Belakangan terungkap, batu yang sempat membuat heboh itu ternyata berasal dari pemberian seseorang. Kilauan kecil menyerupai kristal di dalam batu membuat keempat bocah tersebut yakin bahwa mereka tengah memegang harta karun.

Sebuah video yang menampilkan empat bocah di Bojonegoro mendatangi toko emas viral di media sosial. Bukan hendak membeli, para bocah polos itu diketahui hendak menjual batu besar yang diyakini sebagai giok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangan video di media sosial, aksi keempat bocah lugu yang menjual batu giok itu dikaitkan dengan Drama China atau Dracin mengenai CEO yang membongkar penyamarannya.

ADVERTISEMENT

"Terinspirasi Drama China Bocah Ini Berniat Jual Batu Putih ke Toko Emas, Dikira Batu Giok?" demikian keterangan dalam video.

Berdasarkan penelusuran detikJatim, peristiwa kocak itu terjadi pada Sabtu (31/1) di kawasan pertokoan Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Bojonegoro.

Kejadian bermula saat empat anak laki-laki tersebut mendatangi meja pelayanan Toko Emas Gadjah sambil membawa bongkahan batu berukuran cukup besar. Mereka meyakini batu tersebut memiliki nilai jual tinggi.

Penanggung jawab Toko Emas Gajah, Muspita, membenarkan peristiwa unik tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, harapan keempat bocah itu pun pupus.

"Benar mas, kemarin ada empat anak ke sini bawa batu yang dianggap giok. Karena sudah dicek oleh karyawan ternyata hanya batu jalanan biasa, bukan batu mulia. Karena lucu dan polos, jadi kami dokumentasikan," ujar Muspita, Selasa (3/2/2026).

Hal senada disampaikan salah satu karyawan toko emas, Fitri. Ia mengaku sempat menanyakan langsung asal-usul batu yang dibawa keempat bocah tersebut.

Anak-anak itu, lanjut Fitri, mengaku mendapatkan batu tersebut dari orang lain. Serpihan warna kristal di dalam batu membuat mereka yakin batu itu berharga.

"Saya tanya, katanya batu itu dikasih orang. Karena mereka melihat ada serpihan warna kristal di dalamnya mereka berharap itu batu berharga dan berniat menjualnya ke toko emas," terang Fitri.

Meski sempat membuat suasana toko menjadi riuh, pihak toko tetap menyambut kedatangan keempat bocah itu dengan ramah. Para karyawan bahkan melayani mereka dengan sabar dan mengabadikan momen unik tersebut hingga akhirnya viral di media sosial.




(dpe/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads