Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan dibangun di lingkungan kompleks SD Tlogo 2. Sejumlah bangunan sekolah pun mulai dibongkar tetapi sebagian ruangan lainnya masih dipakai siswa untuk kegiatan belajar mengajar.
Pantauan detikJatim di lokasi, sejumlah ruangan kelas masih digunakan siswa untuk belajar. Adapun SD Tlogo 2 itu merupakan gabungan dari 3 SD. Yakni SD Tlogo 1, SD Tlogo 2 dan SD Tlogo 3. Bangunan SD Tlogo 1 telah dirobohkan untuk pembangunan KDMP.
Di samping bangunan yang dirobohkan itu masih terdapat beberapa ruang kelas dan bangunan fasilitas sekolah. Sehingga, pembangunan KDMP itu dinilai kurang memperhatikan keselamatan siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang disayangkan orang tua, ada beberapa titik tapi kenapa memilih di sini (SD)? Kenapa tidak memanfaatkan lahan bengkok desa," kata salah seorang wali murid, Rochman kepada detikJatim, Rabu (4/2/2026).
Rochman mengaku mendukung KDMP namun menyayangkan penggunaan lokasi di kawasan sekolah. Menurutnya, pihak orang tua meminta agar adanya ruangan pengganti terlebih dahulu.
"Kami setuju saja tapi orang tua meminta agar ada ruangan relokasi yang layak terlebih dahulu. Kami juga meminta agar pembangunan ini memperhatikan keamanan siswa, karena ini masih kawasan sekolah," katanya.
Kepala SD Tlogo 2, Sugianto menegaskan sekolahnya masih aktif digunakan sebagai tempat pembelajaran siswa. Ada sekitar 182 siswa. Adapun yang terdampak ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang ekstrakurikuler dan sebagainya.
"Rencananya itu nanti akan direlokasi ke bangunan yang tengah-tengah itu. Tapi saat ini kondisi bangunan itu rusak, belum direnovasi sama sekali. Jadi kami belum melakukan itu," jelasnya.
Sugianto mengaku tidak dilibatkan dalam penentuan titik pembangunan KDMP tersebut. Sekolah menerima surat tembusan dari Perangkat Desa tentang pengajuan lahan hibah kepada Pemkab Blitar pada 14 Januari 2026. Sementara bangunan sisi barat sekolah dirobohkan pada 20 Januari 2026.
"Pada surat itu tembusan pengajuan hibah ke Pemkab untuk pembangunan KDMP. Tapi kami tidak diberitahu kapan, jadi kami masih proses koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Kemudian Jumat (20/1) pagi itu sudah ada alat berat untuk bongkar bangunan, saat itu ya masih ada kegiatan siswa di sekolah," terangnya.
Sekolah sangat menyayangkan penggunaan kawasan sekolah. Sugianto berharap pihak terkait dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan siswa saat belajar di sekolah.
"Pada intinya monggo bisa saling menghargai, kalau mungkin koperasi jalan ya pendidikan harus jalan juga. Kalau bisa direnovasi lebih dulu dengan layak dan aman, agar siswa juga belajar dengan lancar," tandasnya.
(auh/dpe)











































