Terperosok ke Selokan Saat Main Hujan, Bocah di Gresik Ditemukan Tewas

Terperosok ke Selokan Saat Main Hujan, Bocah di Gresik Ditemukan Tewas

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Rabu, 04 Feb 2026 13:09 WIB
Terperosok ke Selokan Saat Main Hujan, Bocah di Gresik Ditemukan Tewas
Bocah di Gresik terpeleset ke selokan saat main hujan ditemukan tewas/Foto: Istimewa
Gresik -

Putri Dwi Jumrina Sari, bocah perempuan asal Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, akhirnya ditemukan setelah sempat dilaporkan hanyut terseret arus selokan usai terperosok saat main hujan di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Saat ditemukan, bocah berusia 8 tahun itu sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan pada Rabu (4/2/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi awal kejadian di Perumahan KBD, Jalan Permata, Desa Mulung. Jasad korban ditemukan tersangkut di area rawa setelah pencarian dilakukan sejak hari sebelumnya.

"Iya, benar sudah ditemukan. Korban meninggal dunia," jelas Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram dikonfirmasi detikJatim pukul 11.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mushirman menjelaskan, peristiwa bermula pada Selasa (3/2) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban bermain hujan bersama teman sebayanya di sekitar selokan samping Masjid Miftahul Jannah.

ADVERTISEMENT

"Pada saat hujan deras, korban diduga terpeleset dan jatuh ke dalam selokan, kemudian terseret arus," jelasnya.

Setelah korban terjatuh, teman yang melihat kejadian tersebut tidak berani melakukan pertolongan karena derasnya arus air. Anak tersebut kemudian bergegas memberitahukan kejadian itu kepada orang tuanya.

"Informasi itu lalu disampaikan kepada keluarga korban, termasuk ibu korban yang saat itu sedang berjualan es degan di sekitar lokasi," ungkap Musihram.

Mendapat laporan tersebut, warga bersama keluarga korban segera menghubungi layanan darurat 112. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim gabungan ke lokasi kejadian.

"Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan warga langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran selokan," jelasnya.

Upaya pencarian dilakukan sejak sore hari hingga tengah malam dengan menyisir aliran selokan dari titik awal korban terperosok. Namun hingga pencarian hari pertama berakhir, korban belum berhasil ditemukan.

"Penyisiran dilakukan hingga radius sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian, namun belum membuahkan hasil tadi malam," kata Musihram.

Korban akhirnya ditemukan hari ini dalam kondisi tidak bernyawa. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh petugas.

"Korban ditemukan tersangkut di area rawa sekitar tiga kilometer dari lokasi awal dan sudah dalam kondisi meninggal dunia," tuturnya.

Jenazah Putri dibawa ke puskesmas terdekat untuk kemudian diserahkan kepada keluarga. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya saat musim hujan.

"Kami ingatkan para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya saat bermain, terutama di sekitar saluran air. Terlebih lagi sekarang musim hujan yang aliran airnya lebih deras," imbaunya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads