Dua anak kembar di Desa Belun, Kecamatan Temayang, Bojonegoro ditemukan tewas tenggelam. Keduanya, tenggelam setelah terpeleset di Sungai Pacal.
Kedua korban adalah Rendy Wijaya (4) dan Rindi Wijaya (4). Mereka merupakan anak dari pasangan Roni Wijaya dan Wulan yang sehari-hari berjualan pentol bakar.
Kapolsek Temayang, AKP Eko Suwanto mengatakan kedua korban awalnya hendak mencari ikan di pinggir sungai Jumat (30/1) sekitar pukul 11.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nahas saat itu sang adik terpeleset di bebatuan. Mengetahui hal ini, sang kakak spontan ingin menolong, namun keduanya malah tenggelam dan terbawa arus air sungai.
"Awalnya korban mau mencari ikan, diduga terpeleset karena tanah licin di sekitar sungai," kata Eko kepada detikJatim.
Makam saudara kembar di Bojonegoro yang tewas tenggelam di Sungai Pacal (Foto: Dok. Istimewa) |
Warga yang mengetahui hal itu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan petugas. Pencarian pun dilakukan dengan menyisir aliran sungai dan berhasil ditemukan.
"Sekitar 100 meter dari titik awal mereka terjatuh, Rendy dan Rindy ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa," ujar Eko.
Suasana isak tangis pecah saat jenazah kedua bocah tersebut disemayamkan di rumah duka. Sang ayah, Roni Wijaya, dan istrinya, Wulan tak kuasa membendung air mata yang turut diikuti para pelayat.
Setiba di rumah duka, jenazah kedua bocah tersebut kemudian dimandikan dan disalatkan. Kedua jenazah tersebut langsung dibawa ke tempat peristirahat terakhir.
Warga berbondong-bondong mengantar jenazah Rendy dan Rindy ke pemakaman desa setempat. "Sudah dimakamkan di kuburan desa dan posisinya berjajar tadi sore," ungkap Fauzi, salah satu warga.
(auh/abq)

