Waspada Virus Nipah! Pakar Ungkap Cara Pencegahannya

Waspada Virus Nipah! Pakar Ungkap Cara Pencegahannya

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 03 Feb 2026 21:00 WIB
Waspada Virus Nipah! Pakar Ungkap Cara Pencegahannya
Ilustrasi virus Nipah/Foto: Getty Images/iStockphoto/Manjurul
Surabaya -

Wabah Virus Nipah (NiV) di India menimbulkan kekhawatiran global. Meski Indonesia belum terdeteksi virus tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada sebagai langkah antisipasi.

Dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Vella Rohmayani menjelaskan, virus Nipah ditemukan pada kelelawar buah dari genus Pteropus. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti air liur, urine, atau darah.

"Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi produk pangan yang telah terpapar sekresi kelelawar, misalnya buah-buahan yang tidak dicuci bersih atau sudah tergigit hewan. Dalam kondisi tertentu, penularan antar-manusia juga dapat terjadi melalui kontak erat dengan pasien yang sedang terinfeksi, baik di lingkungan keluarga maupun fasilitas layanan kesehatan," jelas Vella di kampus, Selasa (3/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vella mengatakan, secara klinis, infeksi virus Nipah sering diawali dengan gejala mirip flu, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan.

ADVERTISEMENT

Pada kasus yang lebih parah, virus tersebut dapat menyerang sistem saraf pusat sehingga menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis. Kondisi ini ditandai dengan pusing hebat, kejang, hingga penurunan kesadaran yang memerlukan penanganan medis segera.

Menurutnya, upaya pencegahan yang dapat dilakukan yakni dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memastikan bahan makanan dicuci bersih serta dimasak hingga matang, serta menghindari konsumsi buah dengan bekas gigitan hewan.

"Di sektor peternakan, khususnya peternak babi, penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat berinteraksi dengan ternak juga sangat dianjurkan," ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta membatasi kontak dengan kelelawar maupun hewan liar lain yang menunjukkan gejala sakit.

"Kewaspadaan, edukasi, dan kedisiplinan dalam menjaga kebersihan menjadi kunci utama untuk menekan risiko penyebaran virus Nipah, sembari terus mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan," pungkasnya.




(dpe/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads