62 Anak Sempat Hilang, DPRD Soroti Keamanan Alun-alun Malang

62 Anak Sempat Hilang, DPRD Soroti Keamanan Alun-alun Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 03 Feb 2026 18:00 WIB
62 Anak Sempat Hilang, DPRD Soroti Keamanan Alun-alun Malang
Alun-alun Malang (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang yang baru saja dibuka untuk umum menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat. Namun, di balik kemegahan air mancur dan taman bermain baru, muncul catatan merah terkait keamanan pengunjung.

Berdasarkan data dari Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tercatat sedikitnya 62 anak sempat terpisah dari orang tua mereka akibat kepadatan pengunjung.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang M. Dito Arief Nurakhmadi meminta Pemerintah Kota Malang segera melakukan evaluasi total.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dito, lonjakan pengunjung yang masif pada akhir pekan lalu tidak terprediksi secara matang oleh pengelola.

ADVERTISEMENT

"Kejadian kemarin (anak berpisah dengan orang tua) harus menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kota Malang, khususnya pengelola Alun-alun Merdeka," tegas Dito kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Dito juga meluruskan istilah 'anak hilang' yang sempat meresahkan publik. Ia menyebut fenomena tersebut lebih tepat dikatakan sebagai anak yang terlepas dari pengawasan orang tua karena kondisi lokasi yang sangat padat (crowded).

"Bukan hilang ya, tapi tercecer atau terpisah dari pengawasan. Hal ini sangat mungkin terjadi di tempat keramaian manapun, bahkan di mal," ujarnya.

"Namun, karena antusiasme masyarakat yang luar biasa terhadap alun-alun yang baru dibuka ini, kondisinya menjadi sangat padat dan tidak terantisipasi," sambungnya.

Dito juga menyoroti minimnya sarana prasarana penunjang yang seharusnya sebanding dengan kapasitas pengunjung. Pihaknya menilai, Pemkot Malang terkesan kurang memprediksi lonjakan kunjungan yang terjadi pasca revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang beberapa waktu lalu.

"Mungkin tidak terprediksi oleh Pemkot bahwa kehadirannya akan semembludak itu. Ini jadi pembelajaran bagi pengelola untuk menyiapkan fasilitas pendukung. Jangan hanya fokus pada taman dan air mancur, tapi sarana keamanan juga penting," tegasnya.

Komisi C DPRD Kota Malang mendorong agar Pemkot Malang segera merealisasikan beberapa poin evaluasi untuk menjamin keamanan pengunjung ke depannya, di antaranya optimalisasi keamanan dengan memperbanyak pemasangan CCTV.

Selain menyiapkan pengeras suara yang rajin mengingatkan orang tua untuk menjaga anak-anaknya dan penambahan petugas, serta penataan yang terintegrasi, dari mulai parkir dan pedagang kaki lima.

"Alun-alun ini satu kawasan dengan Kayutangan. Pasti orang akan terus berdatangan, baik warga Malang maupun luar kota. Maka, kesiapan layanan dan keamanan harus disiapkan dengan matang secepat mungkin," tutup Dito.

Seperti diberitakan, kunjungan warga ke Alun-Alun Merdeka Kota Malang membludak, sejak dibuka kembali setelah direvitalisasi. Namun, tingginya jumlah pengunjung membawa dampak lain.

Puluhan anak-anak dilaporkan hilang sejak Alun-Alun Merdeka Kota Malang dibuka pada Rabu (28/1/2026), lalu. Anak-anak itu diduga lepas dari pengawasan orang tua saat menikmati wahana yang tersedia di Alun-Alun Merdeka Malang.

Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Matondang mengatakan, hilangnya anak-anak itu diketahui dari laporan keluarga. Di mana mengaku telah terpisah dengan anak-anak mereka saat mengunjungi Alun-Alun Merdeka Malang.

Raymond menyebut, jika ditotal jumlah orang tua sempat berpisah dengan anak-anaknya mencapai 62 laporan.

"Laporan anak yang terpisah sama orang tuanya itu jumlahnya hari ini ada 26 anak dan kemarin hari Minggu ada 36 anak," kata Raymond kepada wartawan, Senin (2/2/2026).




(dpe/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads