Kunjungan warga ke Alun-Alun Merdeka Kota Malang membludak, sejak dibuka kembali setelah direvitalisasi. Namun, tingginya jumlah pengunjung membawa dampak lain.
Puluhan anak-anak dilaporkan hilang sejak Alun-Alun Merdeka Kota Malang dibuka pada Rabu (28/1/2026), lalu. Anak-anak itu diduga lepas dari pengawasan orang tua saat menikmati wahana yang tersedia di Alun-Alun Merdeka Malang.
Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Matondang mengatakan, hilangnya anak-anak itu diketahui dari laporan keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di mana mengaku telah terpisah dengan anak-anak mereka saat mengunjungi Alun-Alun Merdeka Malang.
Raymond menyebut, jika ditotal jumlah orang tua sempat berpisah dengan anak-anaknya mencapai 62 laporan.
"Laporan anak yang terpisah sama orang tuanya itu jumlahnya hari ini ada 26 anak dan kemarin hari Minggu ada 36 anak," kata Raymond kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Meski begitu, Raymond memastikan seluruh anak tersebut telah ditemukan dan diserahkan langsung kepada masing-masing orang tuanya.
"Mereka sudah aman, sudah ketemu dan bersama orang tuanya lagi," tegasnya.
Raymond mengaku Alun-Alun Merdeka mengalami lonjakan pengunjung hingga 4 kali lipat usah direvitalisasi. Hal itu berdampak terhadap padatnya sejumlah titik, khususnya area bermain bagi anak-anak.
Kondisi itu, lanjut Raymond, diduga menyebabkan adanya laporan sejumlah anak yang lepas dari pengawasan orang tua.
"Kondisinya memang ramai, terutama di tempat permainan anak-anak," tegasnya.
Raymond mengaku, berdasarkan hasil laporan yang diterima. Mayoritas anak hilang dari pengawasan saat bermain di area playground yang berada di sisi selatan Alun-Alun Merdeka Malang.
Beberapa kelalaian orang tua juga disebut menjadi penyebab anak-anak itu hilang dari pengawasan.
"Saat mereka bermain di playground. Karena seru (bermain) mungkin orang tuanya ada yang ke masjid, ada yang belanja, ada yang ke toilet. Sehingga anaknya mungkin mencari dan hilang," bebernya.
Meski anak-anak tersebut telah ditemukan dan kembali ke orang tua masing masing. DLH Kota Malang juga menjadikan laporan ini sebagai pertimbangan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang kembali.
Mulai dari rencana pembatasan anak yang bermain di dalam playground hingga tambahan speaker atau pengeras suara informasi di area playground.
"Sehingga kalau ada informasi lagi (anak hilang) dapat segera didengar petugas atau orang tua maupun anak," kata Raymond.
DLH juga mengimbau kepada seluruh pengunjung untuk lebih waspada dan tetap mengawasi keberadaan anak-anak mereka selama berada di Alun-Alun Merdeka Kota Malang.
(auh/abq)
