Sebanyak 252 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Jawa Timur masih dipasung hingga hari ini. Salah satu penyebabnya karena ODGJ masih membahayakan warga sekitar.
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani mengatakan pihaknya terus menyisir ODGJ yang dipasung. Namun, terkadang ada kendala dari pihak keluarga yang enggan melepas ODGJ dipasung untuk dirawat.
"Kita terus menyisir, alhamdulillah yang terbaru ada dua warga yang dipasung di Ponorogo bisa dibawa dan dirawat di RSJ Menur," kata Novi didampingi Kabid Rehsos Jatim Arif Ardiansyah di Surabaya, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novi menyebut masih tingginya angka ODGJ di Jatim karena pihak keluarga yang belum 100% merelakan anggotanya dirawat dan disembuhkan.
"Ada juga yang mau anggota keluarganya yang ODGJ dirawat tapi mereka nggak mau dikembalikan nanti ke keluarga. Padahal kunci utama itu kepercayaan dari keluarga agar para ODGJ itu bisa sembuh dan beraktivitas normal kembali di tengah masyarakat," jelasnya.
"Kami sendiri terus menyisir melalui Jatim Social Care ODGJ yang dipasung untuk kami rawat dan disembuhkan," tambahnya.
Novi mengatakan Pemprov Jatim memiliki layanan kesehatan dan rehabilitasi yang mumpuni seperti RSJ Menur termasuk UPT RSBL di Kediri dan Pasuruan yang beberapa waktu lalu diresmikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
"Gedung baru UPT RSBL memiliki peran yang sangat vital. Lokasi gedung lama berada di kawasan rawan banjir sehingga kerap menghambat proses pelayanan dan penanganan terhadap ODGJ di Jatim. Jadi UPT RSBL ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap ODGJ di wilayah bagian timur provinsi. Upaya nyata kita memanusiakan manusia. Insya Allah, kalau kita memuliakan yang ada di bumi, kita akan dimuliakan yang ada di langit," ujar Novi.
Untuk diketahui, gedung baru UPT RSBL Pasuruan dibangun pada tahun 2024 dengan anggaran sebesar Rp30,8 miliar dan berdiri di atas lahan seluas 3 hektare. Fasilitas ini mampu menampung sebanyak 305 penerima manfaat, terdiri atas 216 laki-laki dan 89 perempuan, dengan rincian kategori berat sebanyak 141 orang dan kategori ringan 164 orang.
Sementara itu, pembangunan UPT RSBL Kediri dilaksanakan pada tahun 2025 dengan anggaran Rp22,27 miliar di atas lahan seluas 2,7 hektare. UPT RSBL Kediri melayani 300 penerima manfaat, terdiri dari kategori berat sebanyak 71 orang, kategori sedang 171 orang, dan kategori ringan 58 orang yang telah siap dipulangkan.
