Warga Keluhkan Toilet Alun-alun Merdeka Malang Berbayar

Warga Keluhkan Toilet Alun-alun Merdeka Malang Berbayar

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 29 Jan 2026 20:15 WIB
Toilet di Alun-Alun Merdeka Malang
Toilet di Alun-Alun Merdeka Malang/Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Malang -

Pengunjung Alun-alun Merdeka Malang yang baru dibuka usai renovasi, justru dibuat kaget. Fasilitas toilet di ruang publik tersebut kini dikenai tarif Rp 1.000 hingga Rp 2.000, kebijakan ini memicu keluhan warga hingga sorotan warganet.

Sontak, pengenaan tarif untuk penggunaan toilet itu mengundang reaksi. Mestinya, toilet yang menjadi fasilitas di Alun-alun Merdeka itu gratis.

"Iya kaget juga. Tadi diminta bayar Rp 2 ribu," ujar Sugiono salah satu warga yang ditemui usai menggunakan toilet tersebut, Kamis (29/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Sugiono, banyak warga lainnya berharap, fasilitas toilet itu digratiskan saja. Sebab, Alun-alun Merdeka Malang merupakan fasilitas umum untuk masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Ya mestinya gratis. Semua gratis, seperti playground dan area lain. Tapi toilet bayar," cetusnya.

Adanya tarif penggunaan toilet ini juga memancing reaksi warganet. Banyak dari mereka menyesalkan adanya kebijakan tersebut.

Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyatakan, pengelolaan fasilitas toilet di Alun-alun Merdeka melibatkan kelompok masyarakat, untuk menjamin kebersihan dan perawatan.

Ada skema pembayaran bagi masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut. Kelompok masyarakat yang bertanggung jawab mengelola harus menjamin kebersihan sekaligus merawat fasilitas toilet tersebut.

"Iya (berbayar), jadi kita kerja sama dengan kelompok masyarakat yang bertugas untuk membersihkan. Mereka bertanggung jawab. Kalau nanti dalam penilaian kondisinya kotor, ya kita cabut kerja samanya," ujar Raymond kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).

Raymond menambahkan, jam operasional toliet juga dibuat selama 24 jam nonstop. Langkah ini dikarenakan adanya keterbatasan personel untuk melakukan pengelolaan terhadap fasilitas tersebut.

"Sesuai arahan pimpinan dilakukan 24 jam, makanya kita bekerja sama dengan beberapa kelompok masyarakat. Mereka wajib menjaga kebersihan, tidak boleh ada kotoran," imbuh Raymond.

Raymond menyebut, hingga saat ini belum ada ketentuan resmi terkait tarif penggunaan toilet di Alun-Alun Merdeka baru diresmikan malam kemarin pasca renovasi itu. Namun, besarannya diperkirakan terjangkau bagi masyarakat.

"Belum ada ketentuan pasti, tapi kemungkinan antara Rp1.000 sampai Rp2 ribu," sebutnya.

Meski renovasi menelan biaya lebih dari Rp 5 miliar. DLH mengaku bahwa saat ini keberadaan dua toilet di Alun-alun Merdeka masih menggunakan septic tank lama. Kondisi tersebut membuat proses pengurasan harus sering dilakukan.

"Dalam setahun itu bisa dua sampai tiga kali menguras. Ke depan juga butuh tambahan anggaran untuk penambahan bak kontrol atau bak tambahan septic tank," kata Raymond.



(mua/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads