Apa Itu BPA Free? Ini Bahaya bagi Kesehatan dan Cara Menghindarinya

Apa Itu BPA Free? Ini Bahaya bagi Kesehatan dan Cara Menghindarinya

Fadya Majida Az-Zahra - detikJatim
Selasa, 03 Feb 2026 01:00 WIB
Ilustrasi kandungan BPA dalam botol minum plastik.
Ilustrasi BPA pada kemasan air mineral. Foto: Shutterstock
Surabaya -

Apakah detikers sering melihat label BPA Free pada botol minum atau wadah makanan? Label BPA Free tersebut bukan sekadar strategi pemasaran atau tren gaya hidup sehat.

Di baliknya, terdapat alasan kuat yang berkaitan langsung dengan kesehatan manusia, khususnya anak-anak dan remaja. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkap tentang BPA Free, termasuk alasan pentingnya untuk kesehatan.

Apa Itu BPA?

Bisfenol A (BPA) merupakan senyawa kimia sintetis yang sejak lama digunakan dalam proses produksi plastik polikarbonat dan resin epoksi. Plastik jenis ini dikenal kuat, ringan, dan transparan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Plastik jenis ini banyak dimanfaatkan untuk botol minum, tempat penyimpanan makanan, galon air minum, serta lapisan pelindung pada bagian dalam kaleng makanan dan minuman. Di balik keunggulannya, BPA memiliki sifat yang dapat membahayakan kesehatan.

Dalam kondisi tertentu, seperti ketika wadah plastik terkena suhu tinggi, digunakan berulang kali, atau mengalami kerusakan fisik, BPA dapat bermigrasi atau larut ke dalam makanan dan minuman yang disimpan di dalamnya. Proses inilah yang menjadi sumber utama paparan BPA pada manusia.

ADVERTISEMENT

Paparan BPA tidak selalu menimbulkan efek langsung. Namun, jika terjadi secara terus-menerus dalam jangka panjang, zat ini dapat terakumulasi dalam tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

Dampak BPA terhadap Kesehatan

Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa BPA bersifat endocrine disruptor, yaitu zat yang dapat mengganggu sistem hormon dalam tubuh. Gangguan ini berpotensi mempengaruhi keseimbangan hormon alami yang berperan penting dalam pertumbuhan, metabolisme, dan fungsi organ tubuh.

Paparan BPA dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan, antara lain gangguan sistem reproduksi, penurunan kualitas kesuburan, serta gangguan perkembangan otak pada anak. Selain itu, BPA juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, gangguan fungsi ginjal, diabetes, obesitas, hingga risiko kanker tertentu.

Anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan karena tubuh mereka masih berkembang dan lebih sensitif terhadap paparan bahan kimia. Oleh sebab itu, penggunaan produk plastik bebas BPA menjadi langkah preventif yang penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Regulasi Label BPA dari Pemerintah

Sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen, pemerintah Indonesia melalui revisi Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan menetapkan kebijakan terkait pelabelan BPA.

Dalam aturan tersebut, produsen air minum dalam kemasan berbahan plastik polikarbonat diwajibkan mencantumkan keterangan "Berpotensi Mengandung BPA" pada label produk. Ketentuan ini bertujuan memberikan informasi transparan kepada masyarakat agar dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam memilih produk kemasan pangan.

Melalui regulasi ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap risiko BPA semakin meningkat, sekaligus mendorong produsen untuk beralih ke bahan kemasan yang lebih aman.

Cara Menghindari Paparan BPA

Paparan BPA bisa terjadi dari berbagai peralatan rumah tangga yang digunakan sehari-hari. Untuk mengurangi risikonya, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana berikut ini.

  • Membersihkan wadah plastik baru sebelum digunakan, terutama botol minum dan tempat makan.
  • Memeriksa kode daur ulang berbentuk segitiga yang terdapat di bagian bawah kemasan.
  • Beralih ke bahan alternatif seperti kaca atau stainless steel yang lebih aman.
  • Memilih produk dengan label BPA Free sebagai jaminan tambahan keamanan.
  • Kebiasaan kecil ini dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Makna Kode Plastik pada Kemasan

Kode segitiga daur ulang pada kemasan plastik menunjukkan jenis bahan sekaligus tingkat keamanannya untuk penggunaan sehari-hari. Beberapa kode yang umum ditemui antara lain sebagai berikut.

  • PETE (1): Umumnya digunakan untuk botol minuman dan disarankan hanya untuk sekali pakai.
  • HDPE (2): Plastik yang kuat dan relatif aman untuk wadah cairan.
  • LDPE (4): Plastik lentur yang cukup aman, namun tidak tahan terhadap suhu panas tinggi.
  • PP (5): Jenis plastik yang paling direkomendasikan untuk makanan dan minuman karena tahan panas serta dapat digunakan berulang kali.

detikers, memahami kode plastik pada kemasan merupakan langkah awal yang penting agar lebih bijak dalam memilih produk yang aman bagi kesehatan sekaligus ramah lingkungan. Jangan lupa cek plastik kemasan yang detikers punya ya!

Artikel ini ditulis Fadya Majida Az-Zahra, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.




(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads