Ini Tuntutan Demo Ratusan Pesilat PSHT di Kota Madiun

Ini Tuntutan Demo Ratusan Pesilat PSHT di Kota Madiun

Sugeng Harianto - detikJatim
Senin, 02 Feb 2026 11:50 WIB
Demo PSHT di Madiun
Demo PSHT di Madiun/Foto: Sugeng Hariono/detikJatim
Madiun -

500 pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun Kota Madiun, Senin (2/2/2026). Para pesilat yang mayoritas berasal dari luar Kota Madiun itu menolak rencana pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) 2026 yang akan digelar oleh PSHT kubu pimpinan Moerdjoko.

Penolakan tersebut dilatarbelakangi keyakinan massa aksi bahwa pimpinan sah PSHT secara hukum saat ini adalah M. Taufiq. Mereka menilai, kubu Moerdjoko hanya mengklaim sebagai ketua tanpa dasar hukum yang kuat.

Dalam aksinya, para peserta melakukan orasi dan yel-yel, serta meminta polisi tidak memberikan izin pelaksanaan Parluh yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 Februari 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua harus ikuti aturan hukum yang berlaku. Keputusan pemerintah harus kita hormati. Pimpinan PSHT hanya satu pak Taufiq. Kita minta polisi untuk tidak berikan izin acara Parluh yang santer beredar nanti tanggal 6 hingga 8 Februari 2026," ucap salah satu peserta demo dalam orasinya di Alun-alun Kota Madiun.

ADVERTISEMENT

"PSHT," teriak pimpinan orasi yang langsung dijawab peserta demo.

"Jaya," jawab peserta unjuk rasa.

Untuk mengamankan jalannya aksi, Polres Madiun Kota mengerahkan sebanyak 700 personel gabungan.

"Ada 700 personil kita kerahkan dalam aksi unjuk rasa hari ini. Untuk peserta aksi mayoritas dari masyarakat (pesilat) luar kota Madiun," ujar Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (2/2/2026).

Menurut Wiwin, ratusan personel tersebut merupakan tim gabungan dari berbagai instansi.

"Kita gabungan dari TNI, Brimob, Polres, medis, damkar dan Satpol PP," jelasnya.

Ia memastikan pengamanan dilakukan sesuai prosedur dalam penyampaian pendapat di muka umum. Personel disebar di sejumlah titik, terutama di sekitar Alun-alun Kota Madiun dan jalur yang dilalui massa aksi.

"Mekanisme pengamanan sesuai prosedur terkait penyampaian pendapat di muka umum. Semoga kondusif," tandas Wiwin.

Berdasarkan data yang dihimpun detikJatim, jumlah peserta aksi sesuai izin yang diterbitkan Polres Madiun Kota mencapai sekitar 500 orang. Massa berasal dari kelompok PSHT Parluh 2016 yang diketuai oleh M. Taufiq.

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap rencana pelaksanaan Parluh 2026 yang digelar oleh PSHT kubu Moerdjoko pada 6 hingga 8 Februari 2026 mendatang.



(dpe/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads