Ratusan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Parapatan Luhur (Parluh) 2016 akan menggelar aksi di Alun-alun Kota Madiun dan depan kantor Balai Kota. Bukan hanya pesilat dari Kota Madiun, pesilat dari kota lain diprediksi akan ikut dalam demonstrasi ini.
Untuk mengamankan aksi demonstrasi ini, sebanyak 700 personel Polres Madiun Kota akan dikerahkan.
"Ada 700 personel kita kerahkan dalam aksi unjuk rasa hari ini. Untuk peserta aksi mayoritas dari masyarakat (pesilat) luar Kota Madiun," ujar Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (2/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wiwin, 700 personel tersebut terdiri dari tim gabungan, yakni dari TNI-Polri dan instansi terkait.
"Kita gabungan dari TNI, Brimob, Polres, medis, damkar dan Satpol PP," jelas Wiwin.
Wiwin menyampaikan, dalam pengamanan ini, para personel tersebar di titik aksi Alun-alun Kota Madiun serta jalur yang dilalui peserta aksi.
"Mekanisme pengamanan sesuai prosedur terkait penyampaian pendapat di muka umum. Semoga kondusif," tandas Wiwin.
Data yang dihimpun detikJatim, peserta aksi unjuk rasa diikuti 500 peserta. Yakni dari kelompok anggota PSHT parluh 2016 yang diketua oleh M. Taufiq.
Sementara itu, aksi menolak PSHT parluh 2017 yang dipimpin oleh Moerdjoko akan menggelar acara kegiatan Parapatan Luhur tahun 2026 tanggal 6 hingga 8 Februari 2026.
