Car Free Day (CFD) Alun-Alun Sidoarjo kembali dibuka. Masyarakat pun antusias. Meski demikian pihak Dishub setempat mencatat ada beberapa evaluasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Budi Basuki mengatakan pelaksanaan CFD perdana ini secara umum berjalan lancar, meski masih ada sejumlah catatan evaluasi.
"Alhamdulillah hari pertama pelaksanaan CFD tadi secara umum berjalan dengan lancar. Namun memang ada catatan yang menjadi bahan perbaikan kita untuk pelaksanaan CFD berikutnya," ujar Budi usai kegiatan CFD, Minggu (1/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu catatan penting adalah masih adanya kendaraan pedagang yang masuk ke kawasan CFD saat persiapan berjualan.
"Contohnya pedagang itu masuk kawasan CFD lebih pagi dari petugas. Kami pukul 04.30 sudah standby, tapi pedagang lebih dulu datang sehingga saat mereka
menurunkan peralatan, sepeda motor atau mobilnya masih berada di kawasan CFD. Ini jadi catatan agar ke depan tidak ada lagi kendaraan yang berada di area CFD," jelasnya.
Selain itu, Dishub juga menemukan masih adanya kendaraan roda dua (R2) yang masuk ke area CFD melalui gang-gang kecil.
"Masih ada R2 yang masuk dari jalan-jalan kecil, misalnya dari Jalan dr Soetomo sebelah Lapas, di pertigaan pojok ada gang ke kampung. Itu masih ada motor masuk ke kawasan CFD. Ini bahan evaluasi kami, karena kami ingin lalu lintas CFD benar-benar steril dari kendaraan," tegas Budi.
Di sisi lain, Budi menyebut antusiasme masyarakat sangat tinggi. Menurutnya, warga memang sudah lama menantikan kembalinya CFD di Sidoarjo.
"Saya menangkap warga Sidoarjo ini sudah rindu keberadaan CFD. Dulu pernah ada tahun 2019 dengan konsep yang berbeda. Dari respons di media sosial, antusiasmenya memang besar dan tadi terbukti, kawasan alun-alun tumplek penuh orang," katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan CFD kali ini hadir dengan suasana baru, mulai dari kondisi alun-alun yang sudah direvitalisasi, area CFD yang lebih luas, hingga penataan parkir yang berbeda. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga turut membuka stan pelayanan dan kegiatan.
Meski meriah, Budi mengingatkan masyarakat agar lebih tertib pada pelaksanaan CFD berikutnya, terutama dalam hal ketertiban berlalu lintas dan menjaga fasilitas umum.
"Kami berharap masyarakat lebih tertib, tidak masuk kawasan CFD menggunakan R2 maupun R4, tertib menggunakan fasilitas alun-alun, menjaga kebersihan, dan juga memperhatikan anggota keluarga yang dibawa. Tadi ada beberapa masyarakat yang kehilangan putrinya, kehilangan istrinya," ungkapnya.
Menurut Budi, CFD bukan hanya ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi, sosial, serta kampanye lingkungan.
"CFD ini sarana olahraga, rekreasi, kegiatan ekonomi, sosial, sekaligus mendukung langit biru dalam rangka mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Di sini komplit," ucapnya.
Terkait pelaksanaan CFD saat bulan Ramadan, Budi menyebut pihaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut.
"Nanti kami diskusikan dulu untuk pelaksanaan di bulan puasa. Yang jelas, tahun ini meriah dan catatan hari ini akan jadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya," pungkasnya.
(ihc/abq)











































