Kasus Campak Terdeteksi di 3 Kelurahan Kota Malang

Kasus Campak Terdeteksi di 3 Kelurahan Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 31 Jan 2026 17:00 WIB
Kasus Campak Terdeteksi di 3 Kelurahan Kota Malang
Ilustrasi campak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kipgodi)
Kota Malang -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mendeteksi sejumlah kasus campak yang tersebar di sejumlah kelurahan. Imunisasi pun mulai digencarkan demi memutus rantai penyebaran.

Dinkes Kota Malang mencatat kasus campak ditemukan di 3 kelurahan yakni Kelurahan Buring dan Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, serta di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang Miefta Eti Winindar merinci, bahwa kasus campak di tiga kelurahan itu terjadi karena hubungan epidemiologi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti di Kelurahan Buring ditemukan dua orang positif dengan hubungan epidemiologi. Kasus yang terjadi di Kelurahan Kedungkandang, juga sama, 2 orang positif dengan hubungan epidemiologi.

ADVERTISEMENT

"Dan di Kelurahan Tanjungrejo positif tiga orang, yang memiliki hubungan epidemiologi dua orang," ujar Miefta Eti kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).

Miefta Eti mengungkapkan, bahwa
pelaksanaan imunisasi atau outbreak response immunization (ORI) akan difokuskan di ketiga kelurahan tersebut, untuk membendung penyebaran kasus campak.

Menurut Miefta Eti pelaksanaan ORI untuk campak nantinya ditargetkan menyasar 23.446 anak dengan rentang usia sembilan bulan sampai dengan usia kurang dari 13 tahun. Program ini akan mulai berjalan pada awal Febuari 2026 mendatang.

"Khusus untuk ORI campak ditujukan untuk pembentukan kekebalan secara cepat dan pemutusan rantai penularan campak yang lebih luas, sehingga imunisasi ini diberikan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya," kata Miefta.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, pelaksanaan imunisasi campak juga bertujuan membentuk heart immunity atau kekebalan kelompok bisa terbentuk dengan cepat.

"Kalau 75 persen minimal tervaksinasi semua, maka tercapai heart immunity itu mengurangi resiko penularan. Imunisasi pada 6 Februari 2026," imbuh Husnul terpisah.

Husnul menjelaskan bahwa penyebaran campak bisa dikarenakan beberapa hal, seperti masih belum lengkapnya imunisasi, karena faktor kurangnya gizi, dan akibat pengaruh kondisi lingkungan yang kurang sehat.

"Campak itu gejalanya, di antaranya ada panas (demam) dan munculnya ruam khas pada bagian belakang telinga yang kemudian akan menyebar ke area wajah hingga ke pundak belakang, ada bintik-bintik merah," pungkasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads