SMP di Jember Liburkan Siswa gegara Gedung Tergenang Banjir

SMP di Jember Liburkan Siswa gegara Gedung Tergenang Banjir

Yakub Mulyono - detikJatim
Sabtu, 31 Jan 2026 12:48 WIB
Sebuah sekolah di Jember terpaksa diliburkan akibat bagunan sekolahnya terendam banjir
SMP di Jember Liburkan Siswa gegara Gedung Terendam Banjir. (Foto: Istimewa)
Jember -

SMP PGRI Kasiyan di Kecamatan Puger, Jember, terpaksa meliburkan siswanya akibat gedung sekolah terendam banjir. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut membuat air menggenang hingga setinggi lutut orang dewasa.

Kepala SMP PGRI Kasiyan, Nur Akhmad, mengungkapkan sekolahnya memang menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Menurutnya, penyebab utama banjir bukan hanya faktor cuaca, tetapi juga kondisi saluran irigasi di sekitar sekolah.

"Memang SMP PGRI Kasiyan itu selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Itu disebabkan dari irigasi sungai, di sekitar sekolah itu ada aliran air sungai yang dari sawah," katanya, Sabtu (31/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nur Akhmad menambahkan dampak banjir kali ini cukup parah. Aliran air dari area persawahan meluap hingga merendam seluruh area sekolah, termasuk ruang kelas dan kantor guru.

"Itu yang menyebabkan banjir masuk ke sekolah kami. Paling parah banjir itu pernah sampai 2 meter, sudah masuk sampai ke kantor, kelas, dan ruangan-ruangan lainnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Semalam air setinggi paha, hingga pagi ini masih selutut. Karena kondisi tidak kondusif, siswa terpaksa kami liburkan," tambahnya.

Banjir tidak hanya mengganggu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga merusak fasilitas pendidikan. Sepanjang awal Januari 2026, pihak sekolah tercatat sudah tiga kali memulangkan siswa demi keselamatan.

"Di awal tahun 2026 ini, sudah 3 kali kami liburkan siswa gara-gara banjir. Fasilitas penunjang sekolah juga banyak yang rusak akibat terendam air," paparnya.

Nur Akhmad mengaku telah berulang kali berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mencari solusi terkait persoalan irigasi persawahan yang menjadi sumber banjir. Namun, hingga kini upaya tersebut belum membuahkan hasil.

"Kami sudah beberapa kali konfirmasi ke pihak desa. Cuma sampai sekarang belum ada tindakan pasti terkait perbaikan irigasi di sawah sekitar sekolah kami," tandasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads