Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Jadi ke-167 dengan penuh rasa syukur dan semangat kebersamaan. Momentum ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang daerah yang kini berkembang pesat dan menjadi salah satu barometer pembangunan di Jawa Timur.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan usia lebih dari satu setengah abad menjadikan Sidoarjo semakin matang dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus memaksimalkan potensi daerah.
"Perjalanan panjang ini menjadi momentum refleksi atas sejarah, sekaligus peneguh jati diri Sidoarjo sebagai daerah yang terus berkembang, bahkan menjadi barometer pembangunan di Provinsi Jawa Timur," ujar Subandi dalam sambutannya pada peringatan Hari Jadi Sidoarjo ke-167, Sabtu (31/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Subandi, berbagai capaian pembangunan pada 2025 menjadi bukti nyata kemajuan daerah, mulai dari sektor infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan. Sidoarjo juga berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.
"Tahun 2025 Kabupaten Sidoarjo terpilih menjadi lima terbaik tingkat kabupaten dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD). Ini menunjukkan kerja keras kita bersama membuahkan hasil yang membanggakan," katanya.
Tema Inklusif dan Berkelanjutan
Bupati Sidoarjo bersama jajaran Forkopimda Sidoarjo Foto: Suparno Nodhor/ detikjatim |
Pada peringatan tahun ini, Pemkab Sidoarjo mengusung tema "Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh." Tema tersebut, menurut Subandi, mencerminkan arah pembangunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan berorientasi jangka panjang.
Ia menekankan keberhasilan pembangunan bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga kolaborasi dengan DPRD, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, serta seluruh warga.
"Kita membangun berbagai 'rumah' untuk kita bersama, ruang-ruang yang aman, nyaman, dan memberi kesempatan bagi semua untuk berkarya," ujarnya.
Sebagai daerah urban yang dinamis, Sidoarjo menghadapi berbagai tantangan perkotaan. Namun, di sisi lain, potensi besar di sektor industri, jasa, UMKM, pendidikan, dan sumber daya manusia dinilai menjadi modal utama untuk terus berinovasi.
"Tantangan itu bukan penghambat, melainkan peluang untuk memperkuat daya saing daerah," tutur Subandi.
Resmikan RTH Alun-Alun Sidoarjo
Bupati Sidoarjo meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Sidoarjo Foto: Suparno Nodhor/ detikjatim |
Pada peringatan Hari Jadi ke-167 ini, Pemkab Sidoarjo juga meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Sidoarjo sebagai "kado istimewa" bagi masyarakat.
Alun-alun tersebut dirancang sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus simbol komitmen pemerintah menghadirkan ruang kota yang ramah bagi semua kalangan.
"Alun-alun ini ramah anak dan lansia, bebas asap rokok, bebas asusila, dan bebas anarkisme. Ini menjadi ruang interaksi sosial, rekreasi, sekaligus edukasi bagi masyarakat," jelas Subandi.
Ia menambahkan fasilitas di alun-alun akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan warga. Namun, masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga dan merawat fasilitas tersebut.
"Semua yang memanfaatkan alun-alun wajib menjaga agar tetap berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat," katanya.
Ajak Warga Perkuat Guyub Rukun
Di akhir sambutannya, Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memupuk semangat guyub rukun dan memperkuat sinergi.
"Dengan kebersamaan, kepercayaan, dan partisipasi aktif, Sidoarjo akan semakin maju, sejahtera, dan bermartabat," ujarnya.
Ia pun menutup dengan ucapan selamat Hari Jadi ke-167 Kabupaten Sidoarjo seraya mengajak seluruh pihak terus bergandengan tangan membangun daerah.
"Dengan semangat inklusif berkelanjutan, Sidoarjo tangguh, mari kita wujudkan Sidoarjo yang lebih maju dan sejahtera," pungkas Subandi.
(ihc/ihc)













































