Upaya mengurangi sampah plastik yang mengalir dari sungai hingga ke laut terus diperkuat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi dengan komunitas lingkungan Sungai Watch untuk membersihkan aliran sungai di berbagai wilayah.
Plt Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, mengatakan kerja sama ini sudah berjalan aktif sejak 2025 melalui berbagai kegiatan pembersihan sungai.
"Program Sungai Watch ini sangat membantu kami. Sampah hasil pembersihan sungai kami angkut ke TPA Jabon. Sepanjang 2025, total sekitar 2.015 ton sampah sungai sudah kami tangani," ujar Arif, Jumat (30/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, sampah yang diangkut tidak langsung ditimbun, tetapi dipilah terlebih dahulu bersama tim DLHK. Kolaborasi ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.
Menurutnya, pemasangan jaring penangkap sampah di sungai merupakan langkah korektif. Sementara itu, langkah pencegahan terus dilakukan melalui penguatan pengelolaan sampah dari hulu, termasuk edukasi di tingkat sekolah.
"Kami sedang menyiapkan kurikulum lingkungan untuk siswa SD dan SMP agar sejak dini mereka paham pentingnya menjaga kebersihan sungai," jelasnya.
DLHK juga mendorong optimalisasi TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di tingkat desa dan kelurahan untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA.
Founder Sungai Watch, Gary Bencheghib mengatakan pihaknya mulai aktif di Sidoarjo sejak Desember 2024. Saat ini sudah terpasang 23 titik jaring sampah di 24 kecamatan.
"Jaring kami terbuat dari pipa PVC yang mengapung. Tim kami yang berjumlah 18 orang bekerja setiap hari membersihkan sampah agar tidak mengalir ke laut," kata Gary.
Sepanjang 2025, Sungai Watch Sidoarjo mencatat telah mengumpulkan sekitar 250 ton sampah plastik dari sungai. Sampah tersebut kemudian disortir menjadi lebih dari 30 jenis sebelum diproses lebih lanjut.
Beberapa wilayah yang sudah menjadi titik pemasangan jaring antara lain Waru, Gedangan, Sedati, dan Taman. Tahun ini, Sungai Watch berencana memperluas jangkauan ke Wonoayu hingga Krian.
Selain pembersihan rutin, Sungai Watch juga menggelar aksi bersih sungai skala besar setiap minggu yang melibatkan ratusan relawan.
"Kalau tidak dihentikan dari sungai, sampah akan terus sampai ke laut. Peran masyarakat sangat besar untuk menghentikan ini," tegas Gary.
