Siswa SDN Kramat 1 Bangkalan terpaksa belajar lesehan di musala sekolah usai ambruknya plafon ruang kelasnya. Kondisi itu membuat siswa kelas 1 tak nyaman dan kurang konsentrasi saat Belajar.
Kabid Pembinaan SD Disdik Bangkalan Ali Yusri Purwanto menyampaikan hasil peninjauan lapangan. Ia menyebut usia bangunan sekolah tersebut sudah cukup lama. Menurutnya, gedung sekolah tersebut merupakan kontruksi revitalisasi sekitar 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi dari bangunan dan jenis kontruksi sekolah ini merupakan program revitalisasi sekitar 2010," jelas Ali, usai meninjau sekolah tersebut, Jumat (30/1/2026).
Ali menyatakan penyebab ambruknya plafon sekolah tersebut, diduga karena kayu penyangga rapuh dimakan rayap. Kondisi itu diperparah adanya kebocoran genteng yang sudah lama dibiarkan.
"Kondisi kayu banyak dimakan rayap, juga kondisi genteng yang jatuh atau pecah yang menyebabkan bocor dan air hujan masuk mengenai kayu penyangga yang sudah lapuk itu," ungkapnya.
Yusri menambahkan, kondisi kerusakan SDN Kramat 1 tersebut tidak mencapai 50 persen. Sehingga perbaikannya bisa dianggarkan menggunakan dana bos atau APBD, karena tidak bisa masuk program revitalisasi pusat.
"Tahun ini yang bisa diajukan ke pusat, jika kerusakan melebihi dari 50 persen. Sementara kondisi kerusakan di bawah 30 persen juga bisa menggunakan dana BOS," pungkasnya.
Sebelumnya, ambruknya plafon kelas 1 SDN Kramat 1 Bangkalan itu terjadi saat KBM berlangsung pada Rabu, (28/01/2026). Siswa panik dan langsung berhamburan usia sebagian atap kelas ambruk. Bahkan tas beberapa siswa masih ada di atas meja tertimbun puing-puing plafon yang jatuh.
(auh/abq)
