TransLiteria Hadirkan Pengalaman Baca Buku Keliling Kota Kediri

TransLiteria Hadirkan Pengalaman Baca Buku Keliling Kota Kediri

Andhika Dwi - detikJatim
Jumat, 30 Jan 2026 17:30 WIB
TransLiteria Hadirkan Pengalaman Baca Buku Keliling Kota Kediri
Transliteria di bus Satria Kota Kediri/Foto: Andhika Dwi/detikJatim
Kediri -

Pemerintah Kota Kediri menghadirkan cara unik untuk menumbuhkan budaya baca melalui program TransLiteria, yakni pengalaman membaca buku sambil berkeliling kota menggunakan Bus Satria bersama komunitas literasi.

Kegiatan ini menghadirkan pengalaman unik membaca buku sambil berkeliling kota menggunakan Bus Satria, sekaligus menjadi ruang temu berbagai komunitas baca dalam suasana santai dan interaktif.

TransLiteria merupakan hasil kolaborasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediribersama Dinas Perhubungan Kota Kediri dengan melibatkan komunitas literasi. Pada pelaksanaan perdananya, para peserta diajak membaca buku, berdiskusi ringan, serta menikmati perjalanan menyusuri sejumlah landmark Kota Kediri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program ini dihadirkan untuk mematahkan anggapan bahwa membaca selalu identik dengan aktivitas sunyi dan individual. Melalui TransLiteria, membaca justru dikemas sebagai kegiatan yang hidup dan bergerak. Buku tidak hanya dibaca, tetapi juga dibicarakan, sementara kota tidak sekadar dilewati, melainkan dipahami bersama.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi mengatakan bahwa TransLiteria direncanakan akan digelar secara rutin.

ADVERTISEMENT

"Ke depan, TransLiteria akan dilaksanakan sebulan sekali setiap hari Sabtu di akhir bulan dengan satu armada Bus Satria. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah armada maupun frekuensinya akan ditambah," kata Chevy, Jumat (30/1/2026)

Transliteria di bus Satria Kota KediriTransliteria di bus Satria Kota Kediri Foto: Andhika Dwi/detikJatim

Pada tahap awal, peserta TransLiteria masih terbatas dari kalangan komunitas baca. Namun, setelah sistem berjalan dengan baik, kegiatan ini akan dibuka untuk masyarakat umum.

"Harapannya, jangkauan literasi bisa semakin luas dan budaya baca di Kota Kediri menjadi lebih inklusif," jelas Chevy.

Chevy menambahkan, literasi yang dibangun melalui TransLiteria tidak berhenti di dalam bus. Ke depan, konsep serupa berpeluang dikembangkan dengan memanfaatkan moda transportasi lain maupun menjangkau wilayah yang lebih luas.

"Melalui TransLiteria, kami ingin menghadirkan literasi di ruang publik, membuka ruang dialog, serta membangun komunitas yang saling belajar dan menginspirasi," jelasnya.

Menurutnya, literasi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas menamatkan buku, tetapi juga sebagai proses memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman terhadap kehidupan serta kota tempat tinggal.

"Literasi adalah perjalanan memahami dunia, termasuk memahami kota kita sendiri," pungkas Chevy.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads