Mengapa Wilayah Pacitan Sering Diguncang Gempa? Ini Penjelasan BMKG

Mengapa Wilayah Pacitan Sering Diguncang Gempa? Ini Penjelasan BMKG

Anastasia Trifena - detikJatim
Kamis, 29 Jan 2026 13:15 WIB
Mengapa Wilayah Pacitan Sering Diguncang Gempa? Ini Penjelasan BMKG
Gempa Pacitan/Foto: Instagram @BMKG
Pacitan -

Pacitan diguncang gempa berkekuatan 5,5 magnitudo pada akhir Januari 2026. Dalam sebulan terakhir, wilayah yang dikenal sebagai Kota 1001 Goa itu tercatat sudah enam kali mengalami gempa.

Tingginya aktivitas seismik tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengapa Pacitan kerap menjadi 'langganan' gempa? BMKG pun membeberkan sejumlah faktor penyebabnya.

Aktivitas gempa di Kota 1001 Goa tersebut memang tergolong tinggi beberapa tahun ke belakang. Hal ini disebabkan karena wilayahnya yang berdekatan dengan sejumlah sumber gempa dan berada di jalur seismik aktif Selatan Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menuturkan sepanjang Januari 2026 ini, Pacitan sudah mengalami enam kali gempa.

ADVERTISEMENT

"Pacitan memang 5 tahun terakhir kegempaannya cukup aktif, bulan Januari ini total sudah ada enam kali gempa bumi di sana," ungkap Daryono dikonfirmasi detikJatim, Kamis (29/1/2026).

Daryono mengatakan, sulit untuk menunjuk satu penyebab tunggal mengapa Pacitan kerap diguncang gempa. Namun secara geologis, wilayah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung terjadinya gempa bumi.

"Pacitan dekat sumber gempa tumbukan lempeng atau megathrust Jawa," tambahnya.

Selain itu, keberadaan sesar dasar laut di lepas pantai Selatan Pacitan turut memengaruhi tingginya aktivitas gempa. Di kawasan ini juga terdapat potensi deformasi batuan di dalam lempeng Indo-Australia seperti yang terjadi pada gempa terbaru.

Dari sejumlah pemicu tersebut, keberadaan sesar dasar laut di lepas pantai Pacitan menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi aktivitas gempa di sana. Pasalnya tidak hanya satu, Pacitan memiliki tiga sesar di dasar laut yang aktif hingga saat ini.

Meski berada di kawasan megathrust Selatan Jawa, tidak semua gempa yang terjadi di Pacitan berkaitan langsung dengan fenomena gempa berkekuatan tinggi tersebut. BMKG menegaskan sejumlah gempa lebih banyak dipicu oleh aktivitas sesar maupun deformasi batuan di dalam lempeng.

Namun tetap, masyarakat diminta selalu waspada dan memahami langkah-langkah mitigasi setiap kali terjadi gempa bumi.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads