Ogah Operasi, Pria Pasuruan Minta Tolong Damkar Lepas Cincin di Jari

Ogah Operasi, Pria Pasuruan Minta Tolong Damkar Lepas Cincin di Jari

Muhajir Arifin - detikJatim
Kamis, 29 Jan 2026 12:15 WIB
Damkar Pasuruan saat proses melepas cincin dari jari
Damkar Pasuruan saat proses melepas cincin dari jari (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)
Pasuruan -

Deni Iskandar (38), warga Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan mendatangi Kantor BPBD Kota Pasuruan. Ia meminta tolong melepas cincin yang membuat jarinya bengkak.

Sebelum meminta bantuan BPBD, Deni sempat datang ke RSUD Soedarsono. Namun, ia mengaku mengurungkan niat setelah pihak rumah sakit menyarankan pelepasan cincin melalui tindakan operasi.

'Saya panik, disuruh operasi, saya takut. Akhirnya cari alternatif lain dan ke sini," kata Deni di Kantor BPBD Kota Pasuruan, Jalan KH Mansyur, Kamis (29/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deni menjelaskan, cincin tersebut dipasang sejak malam hari karena iseng. Saat itu, cincin masih bisa masuk meski agak dipaksakan. Namun, keesokan harinya, cincin tak bisa dilepas dan membuat jari semakin membengkak.

"Pas dipasang bisa, tapi dilepas nggak bisa. Jarinya makin bengkak," katanya.

ADVERTISEMENT

Petugas Tim Damkar BPBD Kota Pasuruan kemudian melakukan pemotong cincin. Proses pemotongan cincin monel itu butuh waktu relatif lama.

Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, mengatakan proses pelepasan berjalan aman meski membutuhkan waktu cukup lama karena bahan cincin yang keras serta kondisi jari korban. "Cincinnya dari bahan monel dan jarinya sudah bengkak, jadi butuh ketelatenan. Sekitar 30 menit baru berhasil dilepas," kata Anang.

Setelah cincin berhasil dilepas tanpa tindakan medis, Deni mengaku lega dan bersyukur karena tidak harus menjalani operasi. "Alhamdulillah, terima kasih Damkar. Akhirnya nggak jadi operasi," pungkasnya.




(hil/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads