Antasena ITS Borong 2 Gelar di Shell Eco-marathon Qatar 2026

Antasena ITS Borong 2 Gelar di Shell Eco-marathon Qatar 2026

Anastasia Trifena - detikJatim
Kamis, 29 Jan 2026 10:00 WIB
Antasena ITS Borong 2 Gelar di Shell Eco-marathon Qatar 2026
Tim Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Nama Indonesia kembali diharumkan oleh Tim Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tim riset kendaraan hidrogen pertama di Tanah Air ini menorehkan prestasi di ajang Shell Eco-marathon Qatar 2026 yang digelar 21-25 Januari 2026 lalu di Sirkuit Lusail, Qatar.

Dalam kompetisi yang diikuti 79 tim dari 15 negara lebih, Antasena ITS meraih 1st Place Technical Innovation Award dan 2nd Place Prototype Hydrogen Fuel Cell. Raihan tersebut sekaligus mengantarkan Antasena ITS lolos ke Shell Eco-marathon Global Championship 2027.

Shell Eco-marathon dikenal sebagai salah satu ajang teknik paling prestisius di dunia. Karena itu, Antasena ITS datang menarget podium, sekaligus menjadikan kompetisi ini sebagai ruang belajar di level internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil terbaru Falcon 3.0 berbasis hydrogen fuel cell diturunkan Antasena ITS dalam ajang ini. Mobil tersebut dibekali inovasi sistem humidifier atau pelembab udara yang berfungsi menjaga kelembapan di dalam mesin tetap ideal, sehingga aliran listrik dapat bekerja lebih cepat dan stabil.

Berkat teknologi tersebut, Falcon 3.0 mampu menempuh jarak hingga 498 km hanya dengan 1 meter kubik gas hidrogen, atau setara perjalanan Jakarta-Semarang tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar.

ADVERTISEMENT

Kebaruan itulah yang membuat nama Antasena ITS dipanggil sebagai pemenang inovasi terbaik. Salah satu perwakilan kelompok, Damai menyampaikan gelar tersebut baru pertama kali diraih sepanjang keikutsertaan tim di Shell Eco-marathon.

"Kategori inovasi terbaik ini belum pernah kami menangkan sebelumnya," kata Damai dikutip detikJatim, Kamis (29/1/2026).

Tim Antasena ITS diperkuat oleh total 44 anggota. Sebanyak 13 di antaranya diberangkatkan langsung ke Qatar sesuai kuota paddock.

Perjalanan menuju Qatar tidak lepas dari tantangan. Pengiriman mobil dari Surabaya ke Doha dilakukan melalui jalur laut di akhir tahun. Kondisi tersebut bertepatan dengan periode padat logistik sehingga kekhawatiran akan potensi keterlambatan selalu menghantui.

Di lintasan, tantangan datang dari faktor alam. Angin kencang di Sirkuit Lusail memengaruhi stabilitas kendaraan dan strategi berkendara.

"Angin di Doha cukup kencang dan itu sangat berpengaruh saat mobil dijalankan, baik dari sisi stabilitas maupun strategi berkendara. Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan lintasan test drive kami di Indonesia," papar Damai.

Momen pengumuman juara menjadi puncak emosi tim. Perasaan bangga bercampur dengan rasa tidak terduga saat nama Antasena ITS dipanggil ke podium. Semua kerja keras seakan terbayarkan seketika.

Hasil ini kemudian menghantarkan Antasena ITS menemui peluang baru untuk kembali bersaing di panggung dunia. Tiket ke Shell Eco-marathon Global Championship 2027 menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan riset dan inovasi kendaraan hidrogen buatan anak bangsa.

"Kami yakin, mimpi atau target yang tinggi akan semakin mendorong kita untuk berusaha lebih maksimal. Melalui konsistensi dan kerja keras, kami juga percaya hasil tidak akan mengkhianati usaha," tandas Damai.




(hil/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads