Keluarga Ungkap Penyebab Kirno Jadi ODGJ hingga Dipasung 20 Tahun

Keluarga Ungkap Penyebab Kirno Jadi ODGJ hingga Dipasung 20 Tahun

Charolin Pebrianti - detikJatim
Rabu, 28 Jan 2026 19:44 WIB
Kirno ODGJ di Sawoo, Ponorogo yang dipasung selama 20 tahun oleh keluarganya
Kirno ODGJ di Sawoo, Ponorogo yang dipasung selama 20 tahun oleh keluarganya didatangi Pak Pur (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Kirno (60), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo dipasung selama 20 tahun viral di media sosial. Keluarga menyebut awal mula Kirno menjadi ODGJ.

Sarti, adik kandung Kirno mengungkapkan awalnya kakaknya hidup normal. Namun semuanya berubah setelah Kirno mencoba mendalami ilmu kanuragan atau ilmu Jawa.

"Sakit jiwa kan dulu cari ilmu jawa. Dia itu umurnya masih belum cukup, jadi ilmu Jawa yang masuk termasuk tingkat tinggi yang diminta. Akhirnya belum kuat kondisi kebatinannya. Jadinya seperti itu," beber Sarti, Rabu (28/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarti menambahkan, sejak menjadi ODGJ, Kirno lantas kerap agresif dan membahayakan keluarganya. Dari situ lah, keluarganya kemudian memasungnya dalam kurungan besi.

"Kirno dipasung karena keluarga dianiaya, takut. Juga mengancam mau membunuh suami saya, nenek saya juga dianiaya," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, Kirno juga kerap menunjukkan perilaku ekstrem yang dianggap membahayakan. Bahkan, ia disebut memiliki kemampuan di luar nalar manusia.

"Menurut keluarga, Pak Kirno itu sakti. Karena makan besi, makan bambu itu pakai gigi. Minum oli satu liter, makan api juga nggak apa-apa. Saya tahu sendiri," ungkap Sarti.

Karena dianggap mengancam keselamatan, keluarga akhirnya memutuskan untuk mengurung Kirno di dalam kerangkeng selama 20 tahun atau s ejak 2006.

"Akhirnya dikurung itu karena membahayakan keluarga. Intinya itu, karena dia mengancam akan membunuh keluarga," tegasnya.

Meski dipasung, Sarti mengaku tetap merawat kakaknya setiap hari. Ia rutin memberi makan dan minum, meski kondisi Kirno harus hidup tanpa sinar matahari.

"Rutin saya kasih makan tiga kali. Kalau pagi saya kasih kopi juga. Karena dia kan di dalam kerangkeng terus, tidak ada sinar matahari," ujarnya.

Sebagai adik kandung, Sarti mengaku iba dengan kondisi yang dialami kakaknya. Ia menegaskan tetap memperlakukan Kirno sebagai keluarga.

"Sebenarnya ya kasihan. Karena dia kan keluarga saya. Kakak kandung saya. Saya makan apa, ya saya juga kasih kakak saya," katanya.

Upaya pengobatan juga disebut sudah dilakukan, baik secara medis maupun nonmedis. Namun Kirno menolak pengobatan medis dan lebih memilih pengobatan alternatif.

"Kalau berobat, dia nggak mau minum obat medis. Obat alternatif pun sering. Pergi ke kiai minta air untuk obat juga," jelas Sarti.

Kini, Kirno telah dibawa oleh pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Keluarga berharap Kirno bisa sembuh dan kembali normal.

"Harapannya kalau dibawa sama Pak Pur (polisi), semoga dia sembuh seperti semula. Saya sebagai keluarga ya minta doa semoga dia tidak ada apa-apa. Pak Pur dilindungi Allah SWT dalam merawat kakak saya," pungkas Sarti.

Sebelumnya, Kirno (60), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo mengalami pemasungan selama sekitar 20 tahun oleh keluarganya. Kasus ini mencuat ke publik setelah videonya viral di media sosial dan mendapat perhatian.

Lamanya Kirno dipasung membuat kondisinya sangat memperihatinkan. Ia tampak meringkuk di dalam kurungan dari besi yang ukurannya tak lebih dari 1 meter. Keluarga mengaku pemasungan itu dilakukan karena Kirno kerap membahayakan keselamatan anggota keluarga lainnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads