Viral ODGJ di Ponorogo Dipasung Keluarganya Selama 20 Tahun

Viral ODGJ di Ponorogo Dipasung Keluarganya Selama 20 Tahun

Charolin Pebrianti - detikJatim
Rabu, 28 Jan 2026 19:18 WIB
Kirno ODGJ di Sawoo, Ponorogo yang dipasung selama 20 tahun oleh keluarganya
Kirno ODGJ di Sawoo, Ponorogo yang dipasung selama 20 tahun oleh keluarganya (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Kirno (60), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo mengalami pemasungan selama sekitar 20 tahun oleh keluarganya. Kasus ini mencuat ke publik setelah videonya viral di media sosial dan mendapat perhatian.

Lamanya Kirno dipasung membuat kondisinya sangat memprihatinkan. Ia tampak meringkuk di dalam kurungan dari besi yang ukurannya tak lebih dari 1 meter. Keluarga mengaku pemasungan itu dilakukan karena Kirno dulunya kerap membahayakan keselamatan anggota keluarga lainnya.

"Awalnya itu mau membunuh bapak saya, adik iparnya Pak Kirno sendiri. Dibuatkan kurungan karena membahayakan keluarga, terutama bapak saya dan semua anggota keluarga," kata Ketua RT setempat sekaligus keluarga Kirno, Rabu (28/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dian, Kirno mulai dikurung sejak tahun 2006 hingga sekarang, atau sekitar 20 tahun. Keputusan tersebut diambil karena perilaku Kirno yang semakin sulit dikendalikan.

ADVERTISEMENT

"Kurang lebih 20 tahun sejak 2006 dikurung sampai hari ini," jelasnya.

Ia menyebut, Kirno memiliki tenaga yang kuat dan kerap mengamuk jika dilepas dari kurungan. Bahkan jeruji besi yang dipasang pun sempat dirusak.

"Soalnya besi saja jadi patah. Kalau di ruangan biasa, bisa keluar, mengamuk, dan mengancam anggota keluarga," ungkap Dian.

Meski dipasung, kebutuhan makan dan minum Kirno dipenuhi oleh keluarga secara rutin selama dalam kurungan. "Kesehariannya makan diantar, bisa 3 sampai 4 kali sehari. Ya ngopi juga. Full di dalam kurungan," tuturnya.

Dian menambahkan, keluarganya bukan tanpa upaya untuk mengobati Kirno, baik secara medis maupun alternatif. Namun, selama itu tidak pernah membuahkan hasil.

"Obat secara medis dari puskesmas dikasih obat, tapi nggak mau minum. Alternatif juga banyak, tapi tidak pernah ada hasilnya," katanya.

Meski mengalami gangguan jiwa dan dipasung, kondisi fisik Kirno disebut dalam keadaan sehat. Hal ini didasarkan pada pemeriksaan medis yang dilakukan puskesmas setempat.

"Secara fisik kondisi Pak Kirno dites dari puskesmas normal semua, sehat," tambah Dian.




(abq/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads