Banjir di wilayah di Lamongan sudah berangsur surut. Namun, salah satu desa di Lamongan ini masih terendam banjir akibat luapan Bengawan Jero. Memperlancar aktivitas harian, warga membangun jembatan darurat yang terbuat dari bambu.
Banjir yang menggenangi wilayah Dusun Waru dan Dusun Pandantoyo, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah membuat aktivitas warga setempat lumpuh. Selama ini, warga harus menggunakan perahu untuk keluar masuk desa, termasuk untuk bekerja, berbelanja, hingga mengantar anak-anak bersekolah.
Warga pun membangun jembatan darurat dari bambu sebagai ganti akses jalan desa yang masih direndam banjir. Jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 1 meter itu dibangun swadaya oleh warga dan pembangunannya dilakukan dengan bergotong royong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jembatan ini sangat membantu warga, terutama anak-anak sekolah, agar bisa beraktivitas tanpa harus menerobos banjir atau naik perahu seperti sebelumnya," ujar Moh Hasib, salah satu warga terdampak banjir.
Jembatan darurat itu dibangun di pinggir jalan desa yang terendam banjir dan menghubungkan 2 dusun tersebut ke dusun lain yang masih satu desa.
Jembatan bambu bikinan warga yang dusunnya masih terdampak banjir luapan Bengawan Jero di Lamongan. (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim) |
"Kita membuat jembatan alternatif. Karena selama ini masyarakat Dusun Waru, Bojoasri terisolasi lebih dari 2 bulan, tidak bisa keluar desa, sehingga mengganggu aktivitas warga, kegiatan ekonomi, hingga aktivitas anak sekolah," ujar Hasib.
Hal senada disampaikan Zainal Abidin, warga lainnya. Menurutnya, keberadaan jembatan darurat ini menjadi solusi sementara agar mobilitas warga kembali berjalan meski kondisi banjir belum sepenuhnya surut.
"Setidaknya sekarang warga bisa keluar masuk desa dengan lebih aman dan cepat," katanya.
Sementara itu, kondisi banjir di wilayah tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Ketinggian air yang sebelumnya mencapai sekitar 80 sentimeter kini berangsur turun menjadi 60 hingga 40 sentimeter. Meski demikian, genangan masih menutup sebagian besar akses jalan permukiman.
Warga berharap pemerintah segera memberikan penanganan lanjutan, baik berupa perbaikan infrastruktur maupun solusi permanen agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.
Pemkab Lamongan juga mengoptimalkan upaya untuk mengurangi dampak banjir di Kawasan Bengawan Jero, dengan mengeluarkan air ke Bengawan Solo melalui pintu air Kuro serta sejumlah pompa berkapasitas besar.
(auh/dpe)

