Tinggi muka air (TMA) Banjir akibat luapan Bengawan Njero di Lamongan semakin surut. Ini setelah pintu air (lak) Kuro yang ada di Kecamatan Glagah dibuka.
Data yang dihimpun menyebutkan, TMA yang terpantau di Pheiskal Blawi menunjukkan angka semakin surut meski masih dalam kategori siaga merah. Terpantau, pada pukul 06.00 pada Senin (26/1/2026) TMA Blawi berada di angka + 0.68, angka ini cenderung turun dibandingkan pekan lalu yang sempat mencapai angka +74.
"Monitoring TMA Bengawan Solo dan Blawi pada Pukul 06.00 WIB di Kali (Sungai) Blawi berada pada angka + 0.68 dan sementara di Dam Kuro TMA luar setinggi - 0.12 dan Kuro Dalam - 0.06," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Lamongan, Sugeng Widodo kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugeng menyebut jika ketinggian banjir rata-rata di hampir semua titik mengalami penurunan. Penurunan air banjir tersebut mencapai 6 cm hingga 8 cm. Bahkan, ada sebagian sudah turun 9-10 cm.
"Ada sebagian di Kecamatan Deket seperti di Desa Tukerto dan Desa Bojoasri di Kecamatan Kalitengah sudah turun 9-10 cm," ujarnya.
Seiring dengan dibukanya pintu air yang ada di pintu air Kuro, jelas Sugeng, operasional pompa air yang ada di Kuro dihentikan dan digantikan dengan dikeluarkannya air dari Bengawan Jero ke Bengawan Solo melalui pintu air tersebut.
Sementara, di pintu air Melik yang berada di Kecamatan Kalitengah pompa air masih terus dimaksimalkan untuk membuang air dari Bengawan Jero ke Bengawan Solo.
"Pompa air yang di Kuro tidak operasional, tapi yang di Melik tetap beroperasi, dimana di Melik ini ada 3 pompa air yang beroperasi," paparnya.
Seperti diketahui, banjir akibat luapan Bengawan Jero merendam sejumlah wilayah di Lamongan dalam beberapa waktu terakhir. Data yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya 5 kecamatan terdampak banjir yang diakibatkan tingginya curah hujan di kawasan Lamongan dan membuat anak sungai Bengawan Solo ini meluap.
Pemkab Lamongan melakukan berbagai cara agar banjir cepat surut, yaitu dengan menggerakkan 15 pompa air yang ada di pintu air Kuro dan Melik agar banjir cepat surut sebelum pintu air Kuro bisa dibuka. Selain itu, bekerja sama dengan Pemprov Jatim, dilakukan rekayasa cuaca. Pemkab juga telah menggelontorkan bantuan kepada para korban banjir yang ada di Lamongan ini.
(auh/abq)
