Omzet Fantastis Perajin Barongan Jaranan di Blitar

Omzet Fantastis Perajin Barongan Jaranan di Blitar

Fima Purwanti - detikJatim
Selasa, 27 Jan 2026 22:00 WIB
Menengok Perajin Barongan Jaranan di Kota Blitar, Tetap Eksis di Masa Kini
Menengok Perajin Barongan Jaranan di Kota Blitar, Tetap Eksis di Masa Kini. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitar -

Bayu Setyawan (33), warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, tetap setia menekuni kerajinan barongan jaranan. Sudah 11 tahun terakhir Bayu memproduksi barongan dan hingga kini usahanya masih eksis serta diminati pasar.

detikJatim mendatangi workshop, atau bengkel sederhana milik Bayu yang berada di samping rumahnya. Bengkel kecil dari kayu dan bambu itu menyimpan puluhan barongan berbagai ukuran dan bentuk.

Meski sederhana, Bayu terlihat nyaman dan telaten saat memproduksi barongan tersebut. Tangannya tampak ahli saat mengukir kayu untuk barongan itu. Selain itu, pria dengan dua anak itu juga memastikan setiap produk barongan buatannya mulus dan bagus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya awalnya itu saya hanya ikut pementasan kesenian jaranan. Lalu, saya tertarik belajar membuat kerajinan barongan. Kemudian belajar selama 5 tahun, baru mulai produksi sejak 2010," katanya, Selasa (27/1/2026).

Bayu menyebut, produksi barongan memakan waktu seminggu hingga satu bulan. Hal itu disesuaikan dengan ukuran dan tingkat kerumitan. Adapun jenis barongan itu terdiri dari mainan, untuk pentas hingga kolektor.

ADVERTISEMENT

"Kalau harganya tergantung jenisnya, kalau untuk mainan mulai dari Rp 25 ribu yang kecil, ada yang Rp 500 ribu-Rp 1 juta. Tapi kalau untuk pentas pertunjukan gitu bisanya dari Rp 3 juta sampai Rp 5 juta, tergantung bentuknya juga," jelasnya.

Dalam seminggu, Bayu dapat memproduksi minimal 50 biji barongan. Omzet yang didapat Bayu dari usaha kerajinan barongan rata-rata Rp 20 juta per bulan.

"Untuk pemasaran, saya ada sales yang mengambil barang untuk dijual ke tempat-tempat wisata. Selain itu, saya juga ada pemasaran lewat medsos," imbuhnya.

Menurut Bayu, usaha kerajinan barongan cenderung stabil. Namun, perajin tetap harus memiliki inovasi untuk mengetahui jenis barongan yang sedang diminati pasar.

"Saya juga terus update jenis barongan yang sedang ramai di masyarakat. Misalkan, sekarang ramai lagi barongan rampak, saya juga produksi lagi. Tujuannya agar produksi barongan terap eksis," tandasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads