Bupati Sidoarjo H. Subandi menyerahkan satu unit mobil pikap dan satu unit stamper (alat pemadat aspal) kepada masing-masing kecamatan untuk mempercepat penanganan jalan rusak. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada tiga kecamatan di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (27/1/2026).
Tiga kecamatan yang menerima simbolis tersebut yakni Kecamatan Sidoarjo, Candi, dan Gedangan. Bantuan diterima langsung oleh Camat Sidoarjo M. Aziz Muslim, Camat Candi Yuni Rismawati, dan Camat Gedangan Asmara Hadi.
Subandi mengatakan, kendaraan operasional dan alat pemadat aspal itu akan digunakan untuk mendukung program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan PIWK ini, kecamatan punya kewenangan untuk menangani langsung jalan berlubang di wilayahnya. Jadi tidak harus menunggu dari PU," ujar Subandi usai penyerahan, Selasa (27/1/2026)
Menurutnya, langkah ini diambil agar penanganan jalan rusak bisa dilakukan lebih cepat dan responsif, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.
"Saya sudah sampaikan ke para camat, sebelum Lebaran tidak boleh ada lagi jalan berlubang di Sidoarjo," tegasnya.
Meski begitu, Pemkab Sidoarjo tetap akan memetakan status kewenangan jalan agar pelaksanaan perbaikan tidak tumpang tindih antara kecamatan dan Dinas PU Bina Marga dan SDA.
"Nanti kita petakan dulu. Mana yang jadi urusan PU, mana yang bisa ditangani lewat PIWK oleh kecamatan. Kalau PU, kita kerjakan lewat swakelola. Kalau kecamatan, pakai PIWK," jelasnya.
Subandi menambahkan, Dinas PU Bina Marga dan SDA tetap akan memberikan pendampingan teknis kepada pihak kecamatan. Ia juga meminta agar camat aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa.
"Koordinasi camat dengan desa harus kuat. Kalau desa dan kecamatan bisa tangani, selesaikan di situ. Kalau tidak mampu, baru dilimpahkan ke PU," katanya.
Program ini juga diharapkan mempercepat perbaikan jalan rusak di wilayah pedesaan yang selama ini kerap menunggu antrean penanganan dari dinas teknis.
Dengan dukungan kendaraan operasional dan alat pemadat aspal, kecamatan kini bisa melakukan penanganan awal seperti penambalan jalan berlubang secara mandiri.
"Intinya kita ingin gerak cepat. Jalan rusak jangan dibiarkan lama karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat," pungkas Subandi.
