Penjagaan perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kabupaten Malang kini semakin diperketat. Pemerintah daerah tidak hanya menempatkan relawan di setiap titik rawan, tetapi juga menggaji mereka secara rutin demi menekan risiko kecelakaan.
Sebanyak 19 perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Malang kini dijaga penuh setiap hari oleh petugas yang bekerja secara bergiliran. Langkah ini menjadi upaya serius Pemkab Malang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan meminimalkan korban di jalur kereta api.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Eko Margianto mengatakan, ada 19 titik jalur perlintasan langsung (JPL) atau perlintasan sebidang yang berada di wilayah Kabupaten Malang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di wilayah Kabupaten Malang ada 19 jalur perlintasan langsung, yang kini sudah ada penjaganya atau relawan yang bertugas," ujar Eko kepada detikJatim, Senin (26/1/2026).
Menurut Eko, ada empat relawan atau petugas yang berjaga di perlintasan sebidang selama satu hari. Mereka bertugas dibagi menjadi tiga shift.
Para relawan ini menerima gaji sebesar Rp 1 juta serta iuran pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan.
"Ada 4 relawan di satu perlintasan sebidang. Masing-masing dapat gaji Rp 1 juta dan uang premi BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 17.650," tuturnya.
Langkah Pemkab Malang menghadirkan relawan bertugas di perlintasan sebidang ini, untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalur perlintasan kereta api.
Eko mengungkapkan, sumber dana untuk membayar relawan perlintasan sebidang bersumber dari APBD. Pembayaran para relawan melalui pemerintah desa setempat.
"Dari APBD Kabupaten Malang (gaji), pembayaran melalui pemerintah desa atau Alokasi Dana Desa," imbuhnya.
Eko menambahkan, seluruh perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Malang sudah terisi relawan untuk bertugas, jumlahnya 19 titik. Dari 19 perlintasan sebidang itu, 8 pos sudah dilengkapi palang elektrik dan pos jaga.
Sementara 11 titik lain baru didirikan pos dan palang manual dari hasil kolaborasi Pemkab Malang, Polres Malang serta PT KAI.
"Secara bertahap akan diganti dengan palang elektrik dan dibangun pos jaga untuk relawan," pungkasnya.
(mua/hil)
