BMKG Juanda memberi imbauan agar warga waspada terhadap potensi angin kencang di Jawa Timur untuk sepekan ke depan. Kecepatan angin bahkan mencapai 57.2 KM/Jam.
"Angin kencang ini disebabkan oleh Siklon Tropis Luana, dan beberapa hari ini kecepatan angin di Jatim sangat tinggi," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan kepada detikJatim, Minggu (25/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufiq mengimbau warga waspada jika terjadi angin kencang untuk berteduh atau berlindung di tempat yang aman.
Dalam pantauan BMKG Juanda dampak dari Sikon Tropis Luana pada 21 Januari 2026, pusat tekanan rendah di Samudera Hindia selatan NTB memberikan dampak tidak langsung berupa curah hujan ekstrem di Situbondo dan Probolinggo Timur
Kemudian pada 22 Januari 2026, pusat tekanan rendah tersebut semakin menurun tekanannya menjadi Bibit Siklon Tropis 91S, menyebabkan peningkatan kecepatan angin di hampir seluruh Jatim, bahkan di Tuban tercatat kecepatan angin hingga 48.2 KM/jam.
Lalu pada 23 Januari 2026, potensi 91S semakin kuat untuk menjadi Siklon Tropis meski cenderung bergerak ke arah tenggara menjauhi Indonesia, dan tercatat kecepatan angin 50.4 KM/jam di Kalianget, Sumenep.
Selanjutnya pada 24 Januari 2026, 91S sudah menjadi Siklon Tropis Luana, mengakibatkan angin berembus lebih kencang lagi di Jatim, sehingga tercatat kecepatan angin 57.2 KM/jam di Jember
"Pada tanggal 25 Januari 2026, Bureau of Meteorology (BMKG Australia) telah menyatakan Siklon Tropis Luana telah punah setelah terus bergerak melintasi Benua Australia. Kami imbau warga juga turut memangkas bagian pohon yang lapuk atau terlalu rimbun, serta membersihkan drainase," tandasnya.
(auh/hil)
