Terdapat kesamaan tanggal yang ditetapkan Kementerian Agama, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah untuk permulaan bulan Syakban tahun ini. Ketiganya sepakat 1 Syakban 1447 Hijriah jatuh pada Selasa 20 Januari 2026.
Perbedaannya hanya terletak pada penentuan jumlah hari dalam bulan Syakban. Pemerintah dan NU memperkirakan Syakban berlangsung selama 30 hari, sementara Muhammadiyah menetapkan usia bulan ini sebanyak 29 hari.
Almanak Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro yang juga menyebutkan posisi hilal di akhir bulan Rajab, belum memenuhi kriteria imkanur rukyah. Oleh karena itu, awal Syakban diprediksi bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Keutamaan dan Amalan Bulan Syakban |
Jadwal Malam Nisfu Syakban 2026
Di bulan Syakban, malam Nisfu Syakban atau malam pertengahan bulan menjadi salah satu waktu yang paling dinanti umat Islam karena keutamaannya. Malam Nisfu Syakban berlangsung pada malam tanggal 14 Syakban.
Perlu dicatat, pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai sejak terbenamnya matahari atau waktu magrib dengan rincian waktunya sebagai berikut.
- Malam Nisfu Syakban: Senin 2 Februari 2026 sore (mulai magrib), 14 Syakban 1447 Hijriah
- Hari Nisfu Syakban: Selasa 3 Februari 2026, 15 Syakban1447 Hijriah
Selain memiliki keistimewaan tersendiri, malam Nisfu Syakban yang bertepatan hari Senin juga dapat dimanfaatkan untuk menggabungkan niat ibadah puasa sunah, yaitu menyatukan niat puasa Senin dengan Ayyamul Bidh.
Keutamaan Nisfu Syakban
Dilansir dari laman resmi Kemenag RI, pada malam Nisfu Syakban umat Islam dianjurkan membaca surah Yasin sebanyak tiga kali yang dilanjutkan dengan berdoa. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan al-Dailami, Imam 'Asakir, dan al-Baihaqy, Rasulullah SAW bersabda:
Arab Latin: Khomsu layaalin laa turaddu fiihinna ad-da'watu. Awwalu lailatin min Rajaba wa lailatun-nishfi min sya'baana wa lailatul jum'ati wa lailatayil-'iidaini.
Artinya: Ada lima malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syakban, malam jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha.
Arab Latin: Man ahya lailatal-'iidaini wa lailatan-nishfi min sya'baan lam yamut qalbuhu yauma tamuutul-qulub.
Artinya: Siapa saja yang menghidupkan dua malam hari raya dan malam Nisfu Syakban, niscaya tidaklah akan mati hatinya pada hari dimana pada hari itu semua hati menjadi mati.
Arab Latin: Wa qad jumi'a du'aa'un ma'tsuurun munasibun li haalin khaashin bi lailatin-nishfi min sya'baana. Yaqra'uha al-muslimuuna tilkal-lailata al-maimuunata furaadaa wa jam'an fii jawaami'ihim wa ghairiha.
Yulaqqinuhum ahaduhum dzalikad-du'aa aw yad'uu wa hum yu'minuuna kama huwa ma'lum. Wa kaifiyatuhu: tuqro'u awwalan qabla dzalikad-du'a ba'da shalaatil maghrib suuratu Yasin.
Artinya: Sungguh telah dikumpulkan doa ma'thur yang terkait khusus dengan malam Nisfu Syakban. Doa tersebut dibaca oleh para muslimin pada malam yang diberikan anugerah, baik secara sendiri-sendiri maupun berramai ramai.
Seorang dari mereka membacakan (mentalqin) doa tersebut dan jamaah mengikutinya atau ada juga salah seorang yang berdoa dan jamaah mengaminkan saja sebagaimana maklumnya. Adapaun caranya: membaca surat Yasin 3x setelah magrib, baru dilanjutkan dengan berdoa.
(hil/irb)
